Tembak Mati Kurir Sabu, Kapolrestabes Surabaya : Terima Kasih Satreskoba

52
Kapolrestabes, Kasat, Kanit I, pamerkan barang bukti

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho pamerkan pelaku dan juga barang bukti sabu, Sabtu (15/2/2020), di kamar mayat RS Dr. Sutomo Surabaya.

Kapolrestabes menyampaikan jika anggotanya telah melakukan kegiatan penindakan tegas terukur dengan menembak mati terhadap pelaku pengedar narkotika yang telah menjadi musuh bersama.

Pelaku yang ditembak mati itu bernama, Mustofa Ali (24) warga Kedung Kandang Pasuruan.

Kombes Pol Sandi Nugroho juga menyatakan jika hal tersebut guna menindaklanjuti perintah Bapak Presiden, Kapolri dan Kapolda Jawa Timur guna menciptakan situasi Kamtibmas yang ada di Jawa Timur khususnya Surabaya dalam keadaan aman dan kondusif.

Kegiatan yang dilakukan pelaku ini disinyalir mengganggu keamanan dan ketertiban di Kota Surabaya adalah adanya barang-barang seperti Narkotika sabu dan ektasi dan jenis lainya.

Baca Juga  Razia Prokes, Puluhan Pengendara di Tulungagung Bayar Ditempat

Pelaku-pelaku yang ditangkap dan beberapa kali dievaluasi bagi pelaku dari kejahatan jalanan, kejahatan dengan pemberatan, rata-rata pelaku adalah pengguna dan dan juga pengedar narkoba.

Dari pelaku ini sendiri dapat diamankan sebanyak 1 Kg sabu dan Ektacy sebanyak 1.000 butir lebih dan saat ini masih dikembangkan lagi oleh Satreskoba Polrestabes Surabaya.

Loading...

“MA ditangkap di daerah Jambangan Surabaya, ini merupakan konsekuensi dan perintah saya, apabila ada pelaku kejahatan yang membahayakan petugas agar ditindak tegas apalagi ini adalah pelaku narkoba yang sangat membahayakan bagi generasi penerus bangsa,” sebut Sandi, Sabtu (15/2/2020).

MA sendiri merupakan rangkaian dengan pelaku lain yang sudah ditangkap sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa anggota tidak tinggal diam setelah menangkap satu pelaku namun dikembangkan ke pelaku lain dan juga jaringannya.

Baca Juga  Armuji Ngonthel Bareng Komunitas Sepeda D’Gowat

Bukan hal yang asing lagi dari jaringan yang telah ditangkap ini, dari dokumen data serta beberapa alat komunikasi, lanjutnya, polisi menemukan adanya peredaran meliputi Kediri, Malang Pamekasan, Surabaya dan hampir sebagian besar kota di Jawa Timur.

Dan juga diduga ada komunikasi dengan para pelaku yang sudah di dalam Lapas, baik itu di Lapas Pamekasan, Madiun, Porong. lainnya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Satreskoba Polrestabes Surabaya yang telah gigih dapat mengungkap kasus Narkoba dari hasil pengembangan juga informasi yang didapat,” tutup Sandi Nugroho. (*)

Reporter : Eko

Loading...

Tinggalkan Balasan