Tekan Pencurian Listrik, PLN Distribusi Jatim Gandeng MUI Jatim

40

MUI Keluarkan Fatwa Curi Listrik Haram

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Angka pemcurian listrik sampai saat imi masih belum bisa teratasi secara maksimal khususnya Jawa Timur. Untuk itu PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur melakukan penyelesaian secara moral.

Pendekatan secara moral dibentuk dengan bekerjasama antara PLN Distribusi Jatim bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim. Dengan mengeluarkan fatwa haram tentang mencuri listrik itu diharapkan bisa menekan angka pencurian.

Kerjasama dilakukan di Hotel Elmi Surabaya, Selasa (29/11/16) lali. Dihadiri General Manager PT PLN Distribusi Jatim, Yugo Riatmo dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim KH. Abdusshomad Buchori.

Yugo Riatmo mengatakan, penandatanganan kerjasama PLN dan MUI Jatim, berharap sinergi PLN dan MUI Jatim soal pencurian listrik atau pemakai listrik ilegal bisa diminimalisir sekecil mungkin.

“Kerjasama ini akan membantu kami menyadarkan tindakan ilegal konsumen listrik, sebenarnya PLN telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya menggunakan listrik secara ilegal serta keharusan untuk membayar tagihan susulan sesuai aturan ketika terbukti melakukan tindakan ilegal tersebut,” ujarnya.

Baca Juga  Dorong Prestasi Kerja, Bupati Bojonegoro Lantik 52 Pejabat

Yugo menjelaskan, tahun 2016, PLN telah mendapati sejumlah pelanggan PLN yang telah melanggar dengan menggunakan tenaga listrik secara ilegal, mereka diwajibkan untuk membayar tagihan listrik susulan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Loading...

“Terkait masih tingginya tunggakan tagihan listrik di Jatim yang mencapai 56 milyar sampai dengan bulan September 2016, PLN Distribusi Jatim intens melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Kita terus sosialisasikan hal itu agar masyarakat sadar akan kewajibannya untuk segera menyelesaikannya. Beberapa daerah yang tinggi tunggakannya yaitu Pamekasan, Banyuwangi, Jember dan Pasuruan,” tegasnya

Sedangkan KH. Abdusshomad Buchori mengatakan bahwa terkait pencurian listrik semua sudah diatur melalui keputusan MUI seputar penggunaan energi listrik yaitu keputusan fatwa MUI Jatim no 12/SKF/MUIJTM/ tahun 2007 tentang pencurian aliran listrik menurut hukum islam.

Baca Juga  Lahan Makin Menyusut, Pemuda Jangan Gengsi Jadi Petani

Keputusan MUI Jatim no 27/TAUS/MUI/JTM/VIII/2007 tentang Tauhsiyah Hemat Energi dan Keputusan fatwa MUI Pusat no 17 tahun 2016 tentang pencurian arus listrik.

KH Abdusshomad Buchori menegaskan bahwa menurut syara’ adalah mengambil harta secara sembunyi dari tempatnya dengan syarat tertentu,artinya perbuatan dengan mencuri aliran listrik apapun alasannya tetap haram.

”Pandangan hukum Islam tentang energi listrik bahwa energi listrik sekalipun tidak kelihatan kedudukannya disamakan dengan harta dari sisi hukumnya karena ada illat yang sama yaitu manfaat,” jelasnya.

Saat ini pemerintah mensosialisasikan larangan dan dampak negatif pemakaian listrik ilegal.

“PLN perlu melakukan langkah promotof, preventif dan kuratif dengan melibatkan ulama dalam menjaga mengamankan kelistrikan untuk didayagunakan kepada masyarakat,” tutupnya.

Penulis: Rusmiyanto, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakIndonesia Kekurangan Tenaga Akuntan
Artikulli tjetërTipu Via Online, Tiga Pelaku Dibekuk Polda Jatim

Tinggalkan Balasan