Tekan Kasus DBD, Ini Yang Dilakukan Pemkab Bojonegoro

51
Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro

BOJONEGORO (Kabarjawatimur.com) – Sebagai langkah untuk menekan angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Pemerintah Kabupaten mengintensifkan gerakan 1 rumah 1 jumantik.

Upaya Pemkab tersebut, tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, pada 14 Desember 2021 lalu.

Surat edaran berisi imbauan agar masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dengan memperkuat pelaksanaan gerakan 1 rumah 1 Jumantik (juru pemantau jentik).

Kepala Dinkes Kabupaten Bojonegoro, Ani Pujiningrum menyampaikan, bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah untuk mengatasi peningkatan kasus DBD, seperti pemberantasan sarang nyamuk secara serentak dengan membuang genangan air, pemberian abate, fogging, dan menghimbau masyarakat untuk melakukan gerakan 3M (menguras, mengubur, membuang barang bekas), serta menghindari gigitan nyamuk.

Baca Juga  Nelayan Jatim Serukan Dukungan untuk Erick Thohir Pimpin Indonesia

“Sampai dengan Januari 2022, terdapat 112 orang yang terkena. Adapun kasus DBD ini merata se-Jatim dan Dinkes Bojonegoro secara rutin melaporkan ke Dinkes Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.

Selanjutnya, Ani mengimbau, apabila ada gejala panas terus menerus lebih dari dua hari, masyarakat diminta untuk segera cek laboratorium.

Loading...

“Jangan menunggu penderita lemas, fase kritis hari ke-4 mulai panas, panasnya turun tetapi justru itulah fase kritis. Dan jika ada gejala panas untuk segera periksa ke dokter, fasilitas kesehatan terdekat atau puskesmas,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Whenny Dyah Prajanti menjelaskan, bahwa mulai Desember 2021 tercatat sekitar 200 kasus DBD di Kabupaten Bojonegoro.

Baca Juga  Pasca Korban Tewas Tenggak Miras, Polsek Jajaran Gelar Razia Oplosan

Terkait kader jumantik, saat ini di setiap desa sudah memiliki satu kader, namun untuk gerakan 1 rumah 1 jumantik sangat memerlukan kesadaran dari masyarakat. Untuk itu, pihaknya terus mendorong baik melalui pembinaan kader, sosialisasi, maupun melalui surat edaran.

Secara terpisah, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Bojonegoro, dr. Imam Sutrisno, menambahkan adanya kenaikan jumlah kasus DBD di Kabupaten Bojonegoro, juga seiring dengan meningkatnya permintaan darah di UDD, terutama permintaan trombosit.

“Bulan Januari 2022 ini sudah ada permintaan 92 kantong trombosit, sedangkan di Desember lalu ada 200 kantong,” jelasnya.

Reporter : Pradah Tri W

Loading...
Artikulli paraprakJaga Stok dan Stabilitas Harga Minyak Goreng, Kemendag Terapkan Kebijakan DMO dan DPO
Artikulli tjetërBuntut Dipecatnya Rendy, Cegah Pelanggaran, Propam Polda Jatim Cek Kedisiplinan Anggota

Tinggalkan Balasan