Tekan Dwelling Time, Satgas Segel 100 Kontainer Import

25
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Takdir Mattanete menyegel kontainer yang tak kunjung diambil pemiliknya

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Sebanyak 100 kontainer disegel oleh tim Satgas Dwelling Time Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Ini untuk menindak lanjuti instruksi Presiden Joko Widodo untuk menekan dwelling time (waktu tunggu) di Pelabuah yang diintruksikan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Satuan Satgas (Satuan Tugas ) atau tim khusus ( Timsus) Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang di pimpim Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Takdir Mattanete langsung melakuka penindakan terhadap konteiner yang tidak segera dikeluarkan oleh pimiliknya ( importir ) atau yang masih berada di lapangan penumpuka kontainer di TPS ( Terminal Petikemas Surabaya) yang sudah 10-20 hari berada di TPS.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Takdir Mattanete menerangkan, setelah dibentuknya Satgas dwelling time beberapa hari ini pihaknya sudah melakukan tindakan tegas terhadap 100 kontainer barang import dengan nelakukan penyegelan dengan menempelkan stiker peringat berwarna merah di kontainer-kontainer yang sudah dwelling time 10 -20 hari.

“Setelah mendapatkan informasi dari satgas intelejen, hari ini satgas gakum ( penegakan hukum ) langsung melakukan tindakan tegas dengan cara police line memasang stiker bahwa barang ini dalam pemeriksaan Satgas dwelling time,” kata AKBP Takdir Mattanete kepada kabarjawatimur, Senin (19/09/2016) di lokasi.

Baca Juga  Viral Jadi Pengangkut Sampah, Janda Cantik Dapat Bantuan Motor Gerobak Impian

Penempelan stiker merah yang bertiliskan ” Dalam Pemeriksaan Satgas Dwelling Time Polres Pelabuhan Tanjung Perak ” ini terhadap kontainer-kontainer yang sudah 10 hingga 20 hari berada dalam TPS.

“Kontainer-kontainer ini adalah barang import sudah 10 hingga 20 hari berada disini ( TPS ) dan sudah dibayar oleh pemiliknya, namun tidak belum juga di ambil oleh pemiliknya,” jelas Takdir.

Loading...

Pihaknya akan mendorong importir untuk segera mengeluarkan barang-barang import tersebut agar tidak terlalu lama berada di TPS. “Jika tidak ada empati pati dari importir untuk segera mengeluarkan barangnya ini bisa terjadi dwelling time dipelabuhan yang bisa terjadi penumpukan di TPS yang bisa mengganggu aktifitas yang lain,” tegsnya.

Namun sayang, dalam penindakan tegas yang lakuka Satgas dwelling time ini tidak ada sangsi tegas bagi importir yang melanggarnya. ” Memang untuk saat ini tidak ada sangsi karena importir ini sudah membayar biaya menginap di TPS ini, tapi yang diharapkan agar dwelling time ini bisa di turunkan,” ungkap Takdir.

Baca Juga  Petugas Rutan Kelas I Surakarta Berhasil Gagalkan Penyelundupan Paket Diduga Sabu

Erika A Palupi Bagian Legal hukum dan Komersial TPS mengatakan pihaknya mendukung dengan apa yang dilakukan oleh satgas dwelling time Polres Pelabuhan Tanjung perak ini sehingga bisa menekan dwelling time di pelabuhan tanjung perak ini.

“Kami akan bersinergi dengan satgas dan asosiasi maupun dengan semua pihak untuk mendorong menyukseskan penekanan dwelling time yang diperintahkan oleh presiden,” kata Erika dihadapan media.

Dan terkait kontainer-kontainer yang terbukti masih melakukan dwelling time 10-20 hari ini, Erika menjelaskan, pihaknya akan melakukan pendalaman apa yang menjadi penyebab atau alasan barang tersebut tidak di keluarkan. ” kami akan dalam dulu apa alasanya mereka tidak mau mengeluarkan barangnya, namun tidak ada sangsi, cuma membayar dendan setelah melebih tiga hari,” kata Erika.

Menurut Erika, setelah Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) itu kelaur setelah tiga hari kontainer tersebut belum di keluarkan akan dikenai denda 250 ribu perhati dan biaya penitipan 35 ribu.

Penulis : Ekoyono, Editor : Budi, Publisher : Gunawan

Loading...
Berita sebelumyaPenjual Nasi Bungkus Nyambi Jual Togel, Begini Akibatnya..
Berita berikutnyaDispendik Kota Malang Siap Beri Ijasah Pengganti Korban Kebakaran

Tinggalkan Balasan