Tegakkan Perdes, Desa di Banyuwangi ini Amankan Pelaku Pemikat Burung Berkicau

92
Kades Sumberarum, Ali Nur Fatoni (kiri) bersama Bhabinkamtibmas melepasliarkan burung

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Pemerintah Desa (Pemdes) Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur kembali bersolek. Dalam menegakan Peraturan Desa (Perdes) tentang lingkungan, Pemdes setempat menekan perburuan burung berkicau yang ada di wilayah tersebut.

Hal itu terbukti, ketika empat orang pelaku pemikat burung diamankan oleh aparat keamanan desa dan Babinkantibmas. Mereka adalah MY (34) warga, Kecamatan Srono, EI, (30) dan PA (27) warga Kecamatan Blimbingsari, serta AT (28) warga Kecamatan Songgon.

“Kita amankan 4 pemikat burung. Ini melanggar Perdes nomer 4 tentang lingkungan yakni menangkap atau berburu burung dilarang, sudah banyak yang kita beri sangsi dan pembinaan. Perdes iki berlaku sejak tahun 2018,” kata Kepala Desa Sumberarum, Ali Nur Fathoni, pada Senin (7/10/2019).

Baca Juga  Destinasi Wisata Bojonegoro Dilengkapi Kuliner Sebagai Penunjang

Keempatnya kemudian mendapatkan pembinaan. Empat pelaku tersebut menyadari atas kesalahan tersebut dan sudah meneken surat pernyataan tidak melakukan perbuatan tersebut. Perdes ini, kata Ali Nur Fathoni, ditegakkan untuk menjaga lingkungan di sekitar kerang Gunung Raung.

Loading...

“Upaya kami melakukan pencegahan agar burung-burung di sekitar lereng Gunung Raung punah,” cetusnya.

Toni sapan akrab Ali Nur Fathoni menegaskan, pihaknya tak ingin ada kejadian-kejadian serangan ulat bulu yang terjadi di wilayahnya. Serangan ulat bulu menurutnya, lantaran predator ulat tidak ada. Oleh karena itu, burung berkicau hasil tangkapan pelaku pemikat tersebut kemudian dilepasliarkan.

“Kita lepasliarkan burung berkicaunya. Termasuk burung yang digunakan untuk pikatan, yakni burung hantu kita lepaskan di persawahan agar tidak ada tikus dan hama ulat bulu,” jelasnya.

Baca Juga  Bertengkar, Suami Siri Tega Bunuh Istri lalu Rampas HP dan ATM Korban

“Semoga menjadi pelajaran bagi siapapun. Janganlah burung yang sudah bebas dipikat kemudian dijual. Sementara kita melindungi agar burung-burung itu tetap pada habitatnya dan mencegah berbagai hama,” tegasnya. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakKanimsus Kelas I Surabaya: Selamat HUT Ke-74 TNI
Artikulli tjetërASN Diminta Netral, Tidak Berpihak Politik Manapun

Tinggalkan Balasan