Tawarkan Siswi SMA Jadi PSK via Facebook

341
Pelaku penjual siswi SMA yang dijadikan pekerja sek komersial

SURABAYA (kabarjawatimur.com)  – Unit Perlindungan Perempuan dan anak( PPA) Polrestabes Surabaya kembali  berhasil ungkap kasus perdagangan anak. Korbannya yakni LA (15) pelajar yang masih duduk di kelas 1 Sekolah Menengah Umum (SMU) di salah satu sekolah di Surabaya.

Mucikarinya bernama Bagus Kurniawan (27)   akhirnya ditangkap Polisi. Bagus ditangkap di rumahnya Jl. Kranggan Gang 5 No. 66 Surabaya oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya pada,Kamis (22/9/2016) malam.

Tersangka Bagus mengakui bila dirinya telah membantu memasarkan AL ke pria hidung belang melalui grup Facebook. Harga AL dipasarkan berkisar Rp.800.000 untuk sekali kencan.

Bagus juga mengatakan, sudah dua kali menawarkan AL ke grup Facebook. Untuk kedua kalinya, Bagus bertemu di warung angkringan, biasa dia nongkrong. AL kebetulan bersama seorang wanita DN (15) yang dikenal tersangka lebih dulu, wanita ini biasanya juga jadi wanita panggilan.

Baca Juga  Bandar Acara KNPI Jember Abal-Abal Diduga Merugi, Acara Musda Tandingan Gagal Total

Tersangka juga mengakui mendapat imbalan Rp200-300 ribu dari AL. Terkadang dia juga dapat lagi Rp100 ribu dari pelanggan AL.

Loading...

AKBP Shinto Silitonga Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, awal kejadian ini korban terlebih dulu sms kepada tersangka untuk dicarikan tamu,kemudian tersangka mencari tamu lewat group FB “Pijat Surabaya” dengan akun FB tersangka.

Setelah mendapat tamu dan sudah ada kesepakatan tarif sebesar 800 ribu,kemudian tersangka memberikan nomor Hp korban kepada tamu agar tamu tersebut langsung berkomunikasi dengan korban,lalu meminta tersangka untuk mengantarkan ke Hotel Best.karena tamu tersebut tidak bisa menjemput. Dan akan berkoordinasi dengan Kemenkominfo terkait Grup Facebook Pijat Surabaya yang sering digunakan transaksi seksual anak-anak di bawah umur.

Baca Juga  Bupati Bojonegoro Serahkan Bonus Bagi Atlet Peraih Medali Porprov Jatim

“Tamu tersebut menjanjikan akan menambah tarif dari awal 800 ribu menjadi 1 juta dengan tarif tersebut tersangka meminta imbalan sebesar 300 ribu kepada korban.” tutup Shinto kepada kabarjawatimur.com, Jum’at (23/09/2016).

Penulis : Ekoyono,  Editor : Budi, Publisher : Gunawan

 

Loading...
Artikulli paraprakFPU Kota Malang Desak Ustad Agus Minta Maaf
Artikulli tjetërFotografer Lepas Edarkan Sabu

Tinggalkan Balasan