Tata Cara Wakaf Uang, Hukum, dan Pengertiannya

Wakaf merupakan salah satu amalan yang bisa dikerjakan oleh muslim.Hal ini merujuk pada firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Hajj ayat 7. Pada ayat tersebut, arti dari “ berbuatlah kebaikan” bisa dimaknai melakukan segala amalan yang mendatangkan kebaikan dan kemaslahatan untuk umat, salah satunya adalah melakukan wakaf. Lalu, apa pengertian lengkap wakaf uang dan bagaimana tata cara wakaf uang itu?

Pengertian, Hukum, dan Tata Cara Wakaf Uang

Wakaf yang selama ini kita kenal pada harta yang tidak bergerak seperti tanah dan bangunan, ternyata uang tunai juga menjadi salah satu alat untuk berwakaf.  Pengertian wakaf secara istilah berarti menyerahkan sebagian harta benda untuk dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama, bahkan bisa juga selamanya untuk keperluan ibadah maupun kesejahteraan umum sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh syariah.

Kata wakaf berasal dari bahasa Arab waqf yang berarti menahan, diam, atau berhenti. Maksud dari menahan ini adalah untuk tidak diperjualbelikan, dihadiahkan, atau bahkan diwariskan kepada keturunanya. Sekilas, wakaf memang hampir sama dengan zakat ataupun infak, yaitu sama-sama memberikan sebagian harta demi kemaslahatan umum. Namun, dalam prakteknya ketiganya jelas berbeda.

Misalnya saja zakat. Zakat Fitrah dilaksanakan pada bulan Ramadan sampai sebelum salat Idulfitri. Pembagian zakat terdapat dua jenis, yaitu zakat fitrah dan zakat maal. Yang masing-masing mempunyai syarat dan ketentuan yang berbeda. Infak merupakan salah satu sedekah yang bisa dilakukan kapan saja tanpa batasan minimal tertentu.

Hal ini tentunya berbeda dengan wakaf, yang dimana harta benda pada wakaf nilainya harus dikembangkan secara syariah. Harta benda yang diwakafkan haruslah yang mempunyai nilai guna bagi banyak orang sehingga bisa bermanfaat bagi kemaslahatan umat, bahkan hingga orang yang mewakafkan meninggal dunia.

Sejalan dengan perkembangannya, bentuk wakaf tidak serta merta berupa harta tidak bergerak seperti tanah dan bangunan saja. Namun, kini wakaf juga bisa menggunakan uang, atau yang sering dikenal dengan istilah wakaf uang. Selain dapat diberikan dalam bentuk uang, wakaf jenis ini juga dapat diinvestasikan dalam bentuk usaha.

Meskipun demikian, jenis wakaf uang ini tergolong masih baru di Indonesia jika dibandingkan dengan negara lain, seperti Arab Saudi maupun Pakistan. Hukum dari wakaf uang adalah boleh.

Tata Cara Wakaf Uang

Loading...

Lantas, bagaimana tata cara melakukan wakaf uang? Untuk melakukan wakaf uang, Anda diharapkan untuk datang langsung ke salah satu kantor dari Lembaga Keuangan Syariah (LKS) Penerima Wakaf Uang (PWU) di antaranya:

  1. Bank Muamalat Indonesia
  2. Bank Syariah Indonesia
  3. BTN Syariah
  4. Bank DKI Syariah
  5. BJB Syariah
  6. Bank CIMB Niaga Syariah
  7. Bank Mega Syariah
  8. Panin Bank Syariah
  9. Bank Syariah Bukopin
  10. BPRS HIK
  11. BPD Jogja Syariah
  12. BPD Kalbar Syariah
  13. BPD Jateng Syariah
  14. BPD Jatim Syariah
  15. BPD Sumut Syariah
  16. Bank Sumsel Babel Syariah
  17. BPD Kepri Riau Syariah
  18. Bank Kalsel Syariah
  19. Bank Danamon Unit Usaha Syariah
  20. Bank Kaltim Kaltara Unit Usaha Syariah
  21. Bank Permata Unit Usaha Syariah
  22. BPRS Al Salam
  23. BPRS Bina Rahmah
  24. BPRS Mitra Amal Mulia

Jika Anda tidak bisa datang langsung ke kantor terkait, tidak ada salahnya juga untuk melakukan wakaf uang dengan cara mentransfer sejumlah nominal melalui ATM ke nomor rekening LKS-PWU di atas. Jika sudah melakukan pembayaran, langkah selanjutnya adalah Anda bisa mengkonfirmasikan langsung ke LKS-PWU yang bersangkutan. Bisa juga menghubungi BWI call service di (021) 87799232, (021) 87799311.

Adapun jalan alurnya adalah sebagai berikut:

  1. Seorang yang ingin berwakaf (Wakif) datang ke LKS-PWU.
  2. Orang yang ingin berwakaf kemudian harus mengisi akta Ikrar Wakaf (AIW). Bersamaan dengan itu, juga harus melampirkan fotokopi kartu identitas diri.
  3. Selanjutnya seorang yang ingin berwakaf akan melakukan penyetoran nominal wakaf uang. Setelah itu, secara otomatis dana masuk ke rekening Nazhir.
  4. Wakif melakukan (shighah) atau ucapan wakaf dengan menandatangani AIW bersama dengan lebih dari 2 orang saksi serta 1 pejabat bank sebagai Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW).
  5. Jika sudah, petugas LKS-PWU akan mencetak SWU.
  6. Setelah itu, petugas LKS-PWU akan memberikan AIW dan SWU ke Wakif (orang yang berwakaf).

Itulah penjelasan mengenai wakaf uang dan tata cara wakaf uang. Jika Anda tertarik untuk mencari tau tentang wakaf dan zakat dengan lebih dalam, Literasi Zakat Wakaf adalah jawabannya. Ikuti akun instagram di @literasizakatwakaf dan subscribe channel YouTube Literasi Zakat Wakaf. Dengan begitu, informasi zakat maupun wakaf bisa didapatkan dengan lebih lengkap dan terpercaya!

 

Loading...
Berita sebelumyaDiduga Ngantuk, Pengendara ini Tewas di Tingkungan
Berita berikutnyaFIFGroup Bagikan 32 Ribu Takjil Serentak di Seluruh Cabang se-Indonesia

Tinggalkan Balasan