Tanah Kas Kelurahan Kepatihan Diduga Bermasalah, Kejaksaan Negeri Tulungagung Segera Usut

887
Puluhan Warga Mendatangi Lurah Kepatihan, Protes Pengelolaan Tanah Kas

TULUNGAGUNG, (Kabarjawatimur.com) –
Puluhan warga Kelurahan Kepatihan mendesak Kejaksaan Negeri Tulungagung agar segera mengusut pengelolaan tanah kas kelurahan. Pasalnya, warga menduga terjadi pengaturan bernuansa korupsi.

Salah satu warga Kelurahan Kepatihan, Budi Santoso (40) mengaku resah lantaran dana hasil persewaan tanah kas kelurahan tidak transparan.

Pada tanggal 5 mei 2020, warga bersama beberapa warga lainnya, sudah mendatangi Lurah diruang kerjanya. Tujuannya, agar Lurah Kepatihan bisa memberikan kejelasan, berupa rincian penggunaan tanah kas (bengkok) kelurahan.

“Sebagai warga asli Kepatihan, saya berharap agar nantinya para warga yang lain bisa turut menikmatinya,” ujarnya, pada Rabu (10/6/2020).

Alhasil, sampai saat ini, rincian penggunaan dana hasil persewaan tanah kas tersebut tak kunjung diberikan. Warga akan membuat aduan kepada pihak Kejaksaan agar masalah ini diusut hingga tuntas.

Disisi lain, Marjoko (55) warga Kelurahan Kepatihan juga mengaku kesal, lantaran usaha meminta rincian penggunaan dana hasil persewaan tanah tersebut kandas ditengah jalan.

“Pada waktu kita mendatangi kantor kelurahan, apa yang kita sampaikan dan yang kita inginkan juga disaksikan oleh tiga pilar setempat,” kata MJK

Baca Juga  Kenapa Tebu di Kebun PTPN XII Kalikempit Tidak Dimuat ?

Lantaran tak kunjung diberikan, para warga lebih memilih mengadukan ke Kejaksaan Negeri Tulungagung. MJK menambahkan, luas tanah kas milik Kelurahan Kepatihan sejumlah 244.119 meter persegi.

“Dari total luas tanah tersebut, sebagian telah dialih fungsikan menjadi pasar hewan tulungagung, yakni seluas 46.715 meter persegi,” ucapnya.

Sehingga terdapat sisa lahan seluas 197.404 meter persegi. Sebagian sisa ahan kas tersebut, juga digunakan untuk gaji Non PNS seluas 46.753 meter persegi.

“Artinya, saat ini lurah kepatihan tengah mengelola tanah kas seluas 150.651 meter persegi,” jelasnya.

Loading...

Sementara itu, sisa lahan yang dikelola lurah kepatihan disewakan kepada para penyewa dengan biaya 2.050 rupiah permeternya. Bahkan, sistem durasi sewa selama satu tahun sekali. Dengan begitu, hasil persewaan tanah tersebut, Lurah Kepatihan menerima uang hasil sewa sebesar 316 juta pertahun.

“Dana sebesar itu tidak semuanya masuk ke kas daerah, sisa uang yang tidak disetorkan inilah yang kita tanyakan,” ucapnya.

Mengingat, biaya sewa sebesar 2.050 rupiah permeter, yang disetorkan lurah kepatihan sebesar 1.500 rupiah kepada bagian aset.

“Uang sejumlah 550 rupiah dikalikan 150.651 ini yang kita minta rincian penggunaannya,” tegasnya.

Baca Juga  Destinasi Wisata Bojonegoro Dilengkapi Kuliner Sebagai Penunjang

Lurah Kepatihan Tulungagung, Masrokah saat dikonfirmasi mengatakan, dana hasil persewaan lahan tersebut telah diserahkan kepada bagian aset Pemkab Tulungagung. Sesuai SK Bupati, dana hasil persewaan tersebut masuk sebagai Kas Daerah (Kasda).

Sedangkan, didalam pengelolaannya, ia menunjuk satu koordinator pengelola yang mengurusi tanah tersebut.

“Pasca habis masa kontrak, kita juga rutin melakukan perawatan tanah, sehingga memerlukan tenaga dan biaya,” terangnya.

Sedangkan sisa hasil persewaan tersebut juga digunakan untuk kegiatan rutin tahunan berupa kegiatan bersih desa. Diketahui, lahan bengkok Kelurahan Kepatihan tersebut berada areal Desa Sumberdadi Kecamatan Sumbergempol dan sebelah timur Desa Tunggulsari Kedungwaru.

Dilain tempat, Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Tulungagung, Sutan Takdir mengaku sudah menerima pengaduan warga Kelurahan Kepatihan tersebut.

“Masih kita pulbaket, karena tidak menutup kemungkinan, pengelolaan seperti itu juga terjadi dikelurahan lainnya,” jelasnya.

“Mengingat, jumlah Kelurahan di Kabupaten Tulungagung terdapat 14 kelurahan. Tetapi dalam waktu dekat ini, semua pihak terkait serta Luah Kepatihan akan kami panggil,” pungkasnya. (*)

Reporter : Zainul Fuad

Loading...
Artikulli paraprakKajati Kalteng Pimpin Sertijab 3 Kajari dan Kabag TU Koordinator Kejati
Artikulli tjetërWanita Cantik Berteriak Didekati Dua Pemuda, Rupanya HPnya Ditarik

Tinggalkan Balasan