Tanah Bersertifikat Diduga Dilelang Pihak Tak Bertanggung Jawab Tanpa Diketahui Pemilik

132
Antonius Adhi Kuasa Hukum korban Iwan Saputro warga Pandaan

PASURUAN, (Kabarjawatimur.com)-Merasa memiliki tanah dengan sertifikat asli, dan tanahnya telah di lelang tanpa sepengetahuannya, Iwan Saputro warga Pandaan, Pasuruan saat ini tengah mencari keadilan atas status tanah yang dimilikinya.

Hingga saat ini, persidangan masih bergulir, Antonius Adhi S Tim Kuasa Hukum Iwan Saputro berkomitmen untuk memperjuangkan status tanah kliennya dari cengkraman oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ketika kembali mengikuti sidang di PN Pasuruan, Kamis (11/11/2021) lalu, Anthonius Adhi juga mengatakan ada pertanyaan dari majelis hakim tentang mengenai putusan pengadilan yang ternyata merugikan pemilik tanah.

“Tentu saja si pemilik tanah memiliki hak untuk melakukan perlawanan selama tanah itu masih sertifikatnya atas nama pemilik tanah, dia berhak melakukan perlawanan,” jelasnya kepada awak media.

Bagaimana jika hak itu tiba-tiba lepas?

Tentu saja hal itu tidak menghilangkan haknya karena hukum negara ini sudah menyediakan jalur-jalur upaya hukum.

“Hal itulah yang saat ini kita lakukan adalah upaya hukum terhadap perlawanan pihak ketiga dari suatu putusan pengadilan yang merasa dirugikan, dimana pihak ketiga ini tidak ada sangkut pautnya, tidak mengenal pihak-pihak yang bersengketa tapi merasa dirugikan,” tambah Anthonius Adhi.

Baca Juga  Pelaku Berkenalan di FB, Awal Pembuangan Bayi di Surabaya

Anthonius Adhi menambahkan, sebelumnya pihaknya juga sempat mendaftar gugatan ke PN Bangil dan pada saat itu ada pihak dari PN Bangil yang mendatangi dan mengatakan cuma dimintai tolong oleh PN Malang karena asal masalah ini dari PN Malang.

“Kami disarankan menggugat di PN Malang karena asalnya dari sana,” tambahnya.

Dengan dengan itikad baik, saran tersebut diikuti, namun ternyata apa yang terjadi, pada saat di Pengadilan Negeri Malang gugatan ini tidak dapat diterima dengan alasan yang melaksanakan eksekusi adalah PN Bangil maka diarahkan ke Bangil.

Loading...

“Yang kami sayangkan, ketika kami kembali kesini ternyata terungkap fakta, pada saat gugatan di PN malang ada pihak pihak yang melakukan lelang secara diam-diam,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, tanah yang bersertifikat hak milik dalam penguasaanya Iwan Saputro warga Pandaan hendak didaftarkan lelang oleh pemohon lain tanpa sepengetahuannya.

Mulanya, Iwan membeli bidang tanah SHM No. 188/Petungasri, Pandaan tahun 2002 dari Tim Likuidasi Bank Indonesia dan telah dibaliknamakan atas nama dirinya.

Tanah yang di beli oleh Iwan merupakan bekas aset dari Bank Industri yang terkena likuidasi pemerintah tahun 1998 silam.

Baca Juga  Cerita Siswa SD Berikan KIP pada Temannya yang Yatim

Tanah tersebut dibelinya karena dekat dengan tempat tinggalnya, tanah tersebut juga berfungsi sebagai investasi untuk hari tuanya, bahkan juga sebagai bagian dari warisan untuk anak cucunya.

Tak disangka, 18 tahun kemudian yakni sekitar bulan Januari 2020, ketika tanah miliknya itu hendak dipergunakan, ia dikejutkan dengan sebuah surat somasi dari seorang Advokat di kota Malang yang menyatakan bahwa tanah miliknya telah disita oleh pengadilan.

Anehnya, somasi tersebut tidak dikirimkan langsung kepada Iwan, melainkan diantar secara langsung oleh mantan Lurah setempat, yang notabene mengetahui benar dan kenal baik dengan Iwan selaku pemilik tanah yang sah.

Tidak terima dengan penyitaan itu, Iwan pun menelusuri asal muasal perkara tersebut, dibantu dengan anak-anaknya.

Dari penelusuran itu, Iwan kaget, ketika mengetahui bahwa penyitaan ini disebabkan oleh sebuah perkara yang terjadi tahun 2003 silam.

Padahal, perkara tersebut sama sekali tidak melibatkan Iwan selaku pemilik tanah yang sah dan terdaftar di BPN.(*)

Reporter: Eko

Loading...
Berita sebelumyaAktivis Tuban Desak APH Turun Tangan Soal BPNT Broken
Berita berikutnyaPemkab dan Bea Cukai Gresik Sosialisasi Rokok Ilegal di Pulau Bawean

Tinggalkan Balasan