Tak Terima Ditegur, Lima ABG Pesta Miras Hajar Pak RT

10
Pelaku penganiayan dipoton rambutnya saat diamankan di Polsek Tenggilis Mejoyo

SURABAYA(kabarjawatimur.com) – Menggelar pesta miras dan diduga terpengaruh minuman beralkohol membuat lima anak ini nekat menganiaya korbannya yang bernama Minardi Setyo warga Jl.Panjang Jiwo Gg. SDI 5A. Kejadian penganiayan itu dilakukan pada Rabu (06/09/2016).

Kini pelaku penganiayaan ditangkap angota Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo saat korban yang tak terima melaporkan kejadian itu. Akibatnya para pelaku kini mendekam di Mapolsek Tenggelis Mejoyo.

Kompol Eko Sujarwo Kapolsek Trenggilis Mejoyo mengatakan, diduga kelima anak tersebut juga dalam pengaruh minuman keras saat melakukan penganiayaan. Kelimanya saat itu sedang asik bernyanyi sambil menenggak miras. Nyanyian anak-anak tersebut dianggap ketua RT setempat sangat mengganggu istirahat warganya. Akhirnya, Minardi pun menegur kelima anak tersebut dan menyuruhnya untuk berpindah tempat.

Baca Juga  Bupati Bojonegoro Datangi Rumah Keluarga Anak Tenggelam

“Kelima anak itu memang sedang nongkrong didepan rumah Pak RT setempat sampai menjelang dini hari,” kata Eko Sujarwo kepadakabarjawatimur.com, Senin (17/10/2016).

Loading...

Kompol Eko menambahkan, karena merasa tidak terima atas teguran Minardi, kelima anak itu pun nekat mengeroyok korban dengan menggunakan kayu dan gitar milik salah satu pelaku. Akibatnya pak RT tersebut mengalami luka pada bagian kepala dan wajah.
Setelah melakukan pengeroyokan, kelimanya langsung kabur.

Tak terima dengan perbuatan pengeroyokan yang dialami korban, Minardi pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tenggilis Mejoyo. Berdasarkan laporan korbannya, Unit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo akhirnya berhasil mengamankan dua anak dari kelima pelaku pengeroyokan korban yang berinisial AD (17) dan JN (13) pada Minggu (16/10/2016) kemarin.

Baca Juga  Bonyok Dihajar Warga, Jambret ini Asal Simolawang Surabaya

“Dua anak dari kelima pelaku pengeroyokan berhasil ditangkap. Petugas saat ini masih menunggu korban dan orang tua anak tersebut untuk melakukan mediasi”, tutup Eko.

Penulis : Ekoyono, Editor : Budi, Publisher : Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakHabitat III Quito, Walikota Surabaya Serukan Gender
Artikulli tjetërPitrat Plus-Plus Digrebek, Pemilik dan PSK Diamankan

Tinggalkan Balasan