Tak Punya Hazmat, PMI Hentikan Antar Jemput Jenazah Covid-19

54
Salah satu aktifitas pengiriman jenasah oleh petugas PMI Jember sebelum kehabisan stok hazmat.

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Sudah beberapa hari ini layanan antar jemput ambulans jenazah PMI Jember dihentikan. Penyebabnya lantaran kekurangan Alat Pelindung Diri (APD).

Menurut Humas PMI Jember Gufron Eviyan Efendi, penghentian layanan ini sejak dua hari lalu.

”Sudah dua hari ini dihentikan sementara,”kata Gufron saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (21/11/2020).

Saat ini baju hazmat salah satu alat pelindung diri yang harus dikenakan sesuai protokol penanganan jenazah COVID-19, saat proses pengiriman dan pemakaman tidak dimiliki oleh PMI. Stok hazmat di gudang PMI Jember telah habis.

“Kita tidak punya sama sekali baju hazmat, stok di gudang PMI sudah kosong,” lanjutnya.

Cepat habisnya baju hazmat itu disebabkan tingginya frekuensi permintaan penjemputan dan pengiriman jenazah dari rumah sakit untuk dimakamkan.

Baca Juga  Satpam Mall BG Juncion Ditemukan Tewas Tertelungkup

”Sehari bisa 5-6 kali pengiriman. Setiap pengiriman membutuhkan 2 baju hazmat untuk dipakai petugas karena setelah mengirim harus langsung dimusnahkan,” katanya.

Ketersedian stok hazmat untuk PMI Jember selama ini disuplai oleh Satgas Penanganan Covid-19 dan donasi dari para pihak lainnya.

Loading...

”Selama ini kita dapat dari Satgas Penanganan Covid-19, donasi dari dokter, perawat, perusahaan dan donatur lainnya,” jelas pria yang selain menjadi Humas juga sebagai kru PMI untuk pengiriman jenazah.

“Sampai hari ini belum ada lagi yang mengirimkan donasinya berupa baju hazmat, yang stoknya digudang masih ada Cuma handskoon dan masker, karena itu dipakai sebagai APD standart untuk donor darah,” imbuhnya.

Baca Juga  Ribuan Bantuan dari Pemprov Jatim Diserahkan pada Warga Banyuwangi

Gufron mengaku bingung saat akan mengajukan permintaan bantuan hazmat kepada Satgas Covid-19, usai terjadinya reposisi pejabat di lingkungan Pemkab Jember terjadi pergantian personil.

Sementara ini untuk pengiriman jenazah saat ini dilakukan masing-masing rumah sakit.

“Sekarang yang mengirim jenazah langsung dari pihak rumah sakit,” katanya.

Lebih lanjut pria kelahiran tahun 1983 itu mengetuk hati kepada siapapun untuk menyumbangkan baju hazmat yang saat ini dibutuhkan demi kemanusiaan.

“Kami mengetuk siapa pun agar berkenan memberikan donasinya berupa baju hazmat demi kemanusiaan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, layanan antar jemput jenazah sejak dibuka pada 28 April hingga 18 November 2020 petugas PMI telah mengantarkan sebanyak 155 jenasah dengan protokol Covid-19.

Reporter: Rio

Loading...

Tinggalkan Balasan