Tak Puas Pelayananan Pitrad, Terapis Dipalu

119

SURABAYA (kabarjawatimur.com) Keinginan Ahmad Zumar (25), yang tinggal di Jl. Warugunung untuk melepas penat setelah seharian bekerja dengan maksud pijat di Jl.Raya Mastrip Kebraon (Depan AJBS) pada Sabtu (03/11/2016) kemarin berakhir petaka.

Pasalnya pemuda asal Ds.Nawar,Pucuk Lamongan tersebut ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Karangpilang setelah memukul kepala Wahyu Putri (42) dengan menggunakan sebuah palu besi.

Ceritanya berawal saat bapak dengan dua anak tersebut sepulang bekerja di pabrik karton di Jl.Warung Gunung, ia bermaksud pergi ke panti pijat dengan harapan mendapat kepuasan dan diservis secara utuh.

Setelah Ahmad masuk di panti pijat depan AJBS tersebut ia bertemu dengan korban Wahyu Putri. Setelah merasa cocok dan diberi harga Rp.200.000 lalu tersangka menawar Rp.150.000.

Baca Juga  Khilafatul Muslimin di Surabaya Ditetapkan Tersangka

“Ternyata servicenhabtidak sesuai, saya kesal baru 10 menit sudah selesai dan korban ini ngomel saja”, kata Ahmad kepada kabarjawatimur.com, Senin(07/11/2016).

Kapolsek Karangpilang Kompol Eko Widodo menjelaskan, saat kejadian tidak jauh dari lokasi kejadian ada anggota yang sedang patroli cipkon, dan mendengar ada teriakan dari warga yang minta tolong dari dalam pitrad tersebut.

Loading...

“Awalnya petugas mengira korban ini adalah korban dari perampokan, karena saat itu korban berlumuran darah”, kata Eko Widodo.

Setelah pelaku ini tertangkap ternyata adalah pelaku penganiayaan. Pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban tersebut karena pelaku awalnya pijat dan korban meminta ongkos Rp. 200.000 namun disertai dengan service plus-plus dan tersangka membayar ongkos Rp.150.000 sesuai kesepakatan.

Baca Juga  Berangkatkan Calon Jemaah Haji, Bupati Titip Doa Untuk Lamongan

“Ternyata korban ngomel-ngomel sehingga tersangka jengkel dan memukul korban dengan palu. Korban mengalami robek di telinga sehingga dijahit dan kepala Bagian belakang juga dijahit”, imbuh Eko Widodo.

Kini pelaku ditahan di penjara Polsek Karangpilang karena melanggar pasal 351 KUHP yang ancamannya penjara hingga 5 tahun. Barang bukti yang disita dari pelaku berupa, satu potong sprei yang ada noda darah, satu potong sarung bantal ada noda darah, satu potong kaos dan satu buah Palu.

Penulis: Ekoyono, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakPeserta Suspa Sishanudnas Kunjungi Diponegoro 365
Artikulli tjetërKurir Sabu Kaki Tangan Bandar Lapas Dibekuk

Tinggalkan Balasan