Tak Pakai Masker, Pasutri di Rogojampi Kena Sanksi Sosial Hafalkan Pancasila

109
Petugas gabungan saat memberikan sanksi. (FOTO:Rochman/Kabarjawatimur.com)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Guna menindak lanjuti Inpres No. 6 Tahun 2020 tentang peningkatan kedisiplinan dalam penegakan hukum protokol kesehatan, pihak Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Rogojampi, Banyuwangi menggelar Operasi Yustisi, Selasa (15/9/2020) malam.

Tak ayal sepasang suami istri (Pasutri) terjaring operasi yang dilakukan petugas gabungan secara mendadak di depan Ruko Centra Niaga Rogojampi ini

Polri, TNI, Kecamatan setempat, serta Satpol PP dilibatkan. Tak jarang bagi para masyarakat yang melanggar tidak memakai masker akan diberi sanksi sosial oleh petugas dengan menghafalkan Pancasila.

“Setidaknya ada 20 warga yang melanggar tidak memakai masker,” kata Wakapolsek Rogojampi, AKP Mas Arjaka usai melakukan operasi Yustisi

Loading...
Baca Juga  Perusak CCTV Depan Cofee Toffe Diburu Polisi

Menurut Arjaka, sasaran operasi ini adalah warga yang masih mengabaikan penggunaan masker. Dalam satu jam saja, puluhan warga terjaring operasi ini.

Adapun untuk sanksi sosial, lanjutnya, petugas memberikan sanksi berupa menghafalkan Pancasila serta menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Operasi ini digelar perdana bertujuan untuk memberikan efek jera serta menekan penyebaran covid-19. “Bagi mereka yang melanggar, kedepan akan lebih kita ketatkan lagi,” katanya.

Meski masih ditemukan warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Namun masyarakat sudah banyak yang patuh protokol kesehatan dengan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Bahkan, petugas tak segan-segan akan melakukan operasi ini setiap hari. (*)

Reporter: Rochman

Baca Juga  Komisi III DPR RI Apresiasi Kapolda Mampu Tekan Penyebaran Covid di Jawa Timur

 

 

Loading...

Tinggalkan Balasan