Tak Mau Diajak Rujuk, Mantan Istri Dihajar

16

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Keinginan untuk mengajak rujuk mantan istrinya membuat, Imam Syafii (36) yang tinggal di Jl. Petemon Gg. 1 Surabaya menjadi penghuni penjara Polsek Sawahan Surabaya karena menganiaya mantan istrinya.

Adalah, Sarmi (36), asal Jl. Petemon Sidomulyo Gg. 4 Surabaya tersebut enggan untuk diajak rujuk oleh mantan suaminya karena telah mengetahui bahwa mantannya tersebut telah tinggal dengan wanita lain selain dirinya.

Penganiayaan itu sendiri terjadi pada, Senin (28 /11/2016) yang lalu sekitar pukul 22.00 wib , saat itu Imam menelphone korban.

Karena kangen pelaku berkeinginan untuk datang kerumah korban, pada pukul 23.00 wib. Saat itu pelaku sampai di rumah korban tapi tidak dibukakan pintu. Namun Pelaku tetap memaksa masuk dengan cara mencongkel pintu.

Baca Juga  Hunian Rutan Surabaya Meningkat Hingga 150 Persen

Setelah masuk Kedalam rumah korban, terjadilah percekcokan antara keduanya.

“Karena pelaku disamping minta rujuk kembali, dirinya juga meminta dilayani hubungan layaknya suami istri namun korban menolaknya,” kata Kompol Yulianto, Kapolsek Sawahan Surabaya.

Loading...

Pada saat pelaku akan pulang, Yulianto menambahkan, diketahui kunci kontak sepeda motornya yang semula diletakkan diatas toples di dapur hilang. Pelaku mencurigai korban mengambil dan menyembunyikan kunci tersebut.

“Keesokan harinya pelaku tersebut datang kembali guna menanyakan kunci motornya. Berhubung saat itu ada orang banyak, kemungkinan pelaku malu yang kemudian korban dipukul dengan tangan kosong juga menggunakan sandal”, tambah Yulianto kepada kabarjawatimur.com, Rabu (29/11/2016).

Penganiayaan tersebut tidak berhenti disitu saja, pelaku yang saat itu juga membawa clurit, menjambak rambut korban. Karena dijambak, korban melindungi kepalanya dengan kedua tangannya dan tanpa disadari, jari tangannya luka sayat kena clurit pelaku.

Baca Juga  Dorong Prestasi Kerja, Bupati Bojonegoro Lantik 52 Pejabat

Korban yang tak terima denga ulah mantan suaminya tersebut akhirnya melapor ke Polisi. Berbekal laporan tersebut Unit Reskrim Polsek Sawahan melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku dirumahnya sehari setelah melakukan penganiayaan tersebut untuk digelandang ke Mapolsek Sawahan.

Barang bukti yang disita dari pelaku berupa,1 pasang sandal gunung merk eiger warna hitam dan clurit milik pelaku. Terhadapnya Polisi akan menjerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Penulis: Ekoyono, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakSat Pol PP Surabaya Bersitegang Dengan Cafe Lasanghai
Artikulli tjetërKodam Gelar Apel Nusantara Bersatu untuk Indonesia

Tinggalkan Balasan