Tak Kuorum, Rapat Paripurna DPRD Bersama Pemkab Bangkalan Molor

11

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Rapat paripurna DPRD Bangkalan tentang penetapan kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) perubahan APBD tahun 2022 banyak anggota dewan yang tidak hadir. Bahkan rapat molor hingga 3 jam lebih.

Rapat paripurna tersebut sedianya dijadwalkan pukul 10.00 WIB, pada Senin, 19 September 2022, di ruang Cipta Indra Caktidharma lantai 3 gedung DPRD Bangkalan. Namun karena masih menunggu kehadiran para anggota dewan, rapat baru dimulai pukul 13.40 WIB.

Absensi kehadiran rapat paripurna hanya terisi 23 anggota dewan dari jumlah 50 kursi. Yang ada di dalam diruang rapat pun tak sesuai dengan daftar hadir, karena hanya 15 orang wakil rakyat yang mengikuti penetapan perubahan anggaran. Artinya, lebih dari separuh anggota DPRD Bangkalan bolos kerja alias tidak masuk kantor.

Baca Juga  Warga Sekitar Hutan Panceng Minta Kejelasan SK Pengelolaan Lahan Perhutani

Meski tidak kuorum, rapat paripurna tetap dilaksanakan. Ketua DPRD Bangkalan, Muhammad Fahad terlihat memimpin rapat didampingi unsur pimpinan dewan dan Bupati. Tepat pada pukul 13.45 WIB rapat itu ditutup, kemudian dilanjutkan penandatanganan bersama penetapan KUA-PPAS perubahan APBD tahun 2022.

Muhammad Fahad tidak banyak berkomentar perihal tidak disiplinnya anggotanya. Namun ia mengakui bahwa rapat paripurna ini tidak kuorum. Pihaknya akan menyurati fraksi-fraksi di DPRD Bangkalan agar lebih disiplin masuk kantor.

Loading...

“Nanti saya akan menyurati fraksi-fraksi, sesuai dengan tatib (tata tertib),” singkatnya.

Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron turut menanggapi tidak disiplinnya para anggota DPRD Bangkalan. Menurutnya, 50 anggota dewan harusnya lebih aktif karena sudah ada fasilitas kantor yang bagus dan megah.

“Sebenarnya ini ranahnya anggota dewan ya, tapi mudah-mudahan kedepan anggota dewan ini semakin aktif karena kantornya sudah bagus, kami berharap lebih disiplin,” ucapnya.

Baca Juga  Tukang Service Kontener Dibekuk Polisi di Surabaya

Sedangkan perihal rapat paripurna yang molor hingga 3 jam lebih, menurut Ra Latif harus ada perubahan dari para anggota dewan dan lebih disiplin waktu, sehingga molornya tidak terlalu lama.

“Memang fenomena yang terjadi di paripurna ini sebetulnya bukan di Bangkalan saja katanya. Tapi semoga ada perubahan biar molornya tidak terlalu lama,” katanya.

Pada rapat paripurna penetapan KUA-PPAS perubahan APBD tahun 2022 ini, Pemkab Bangkalan lebih fokus pada peningkatan target pendapatan asli daerah (PAD). “Memang PAD ini selalu kami upayakan untuk terus meningkat, seperti (pajak) restoran, penginapan dan sektor lainnya agar sesuai target yang kami harapkan,” tutupnya.

Reporter: Rusdi

Loading...
Artikulli paraprakTakut Dihajar Warga, Dua Maling Ceburkan Diri ke Sungai
Artikulli tjetërKurang Dari Sebulan, Program Bedah Rumah di Pesanggaran Beres

Tinggalkan Balasan