Tak Kooperatif, Tersangka Penipuan Ditahan

27

BOJONEGORO(Kabarjawatimur.com) – Jajaran Unit Reskrim Polsek Sumberrejo Polres Bojonegoro pukul 11.30 WIB melakukan upaya paksa penangkapan terhadap tersangka HAJ (53) di rumahnya Desa Sumuragung Kecamatan Sumberrejo.

Tersangka kasus penipuan atau penggelapan ini ditangkap usai kesandung kasus  dana untuk lelang rumah dan tanah yang terletak di Desa Sumuragung Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro.

“Selama proses penyidikan tersangka tidak ditahan, namun ternyata tersangka tidak kooperatif. Sehingga dilakukan upaya paksa penangkapan,” terang Kapolsek Sumberrejo, AKP Nur Zjaeni.

Kapolsek Sumberrejo menambahkan bahwa saat ini berkas perkaranya sudah lengkap (P21) dan akan segera dilimpahkan (Pelimpahan Tahap Dua) ke Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Bojonegoro.

HAJ (53) adalah tersangka kasus Penipuan dan atau Penggelapan, sesuai Laporan Polisi nomor LP/19/XI/2015/JATIM/Res Bojonegoro/Sek Sumberrejo, yang dilaporkan oleh korban, Holili SE bin H Bunage.

Adapun kronologi peristiwa pada awalnya tersangka diminta bantuan oleh korban untuk menguruskan lelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surabaya, atas obyek rumah dan tanah SHM atas nama Ngasmiati yang terletak di Desa Sumuragung RT 07 RW 02 Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro, yang di lelang oleh Bank Danamon Cabang Bojonegoro.

Baca Juga  Kuliner Khas di Patenkan, Lamongan Gelar Festival Soto

Selanjutnya pada tanggal 08 Maret 2015 korban dimintai uang oleh tersangka untuk biaya lelang senilai Rp 250 juta, oleh korban uang diserahkan kepada tersangka secara tunai. Selanjutnya tanggal 29 April 2015 korban diminta oleh tersangka biaya tambahan untuk lelang senilai Rp 50 juta, dan oleh korban diserahkan secara transfer dan tunai.

Loading...

Tanggal 22 Mei 2015 tersangka mengikuti lelang di KPKNL Surabaya atas rumah dan tanah SHM atas nama Ngasmiati di dan akhirnya tersangka memenangkan lelang tersebut dengan nominal Rp 100.100.000.

Namun pada tanggal 29 Mei 2015, tersangka meminta uang lagi kepada korban dengan alasan untuk pelunasan lelang tanah tersebut dan korban menyerahkan uang lagi sebesar Rp 90 juta kepada tersangka.

Dikemudian hari baru diketahui, bahwa lelang telah dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2015 dan sudah dimenangkan oleh tersangka, namun hingga tanggal 02 November 2015, tanah dan rumah beserta sertifikat tersebut belum diserahkan kepada korban.

Baca Juga  Kuliner Khas di Patenkan, Lamongan Gelar Festival Soto

Termasuk sisa uang kelebihan lelang, juga tidak dikembalikan kepada korban, sehingga korban melaporkan tersangka ke Polsek Sumberrejo.

“Uang dari korban dipergunakan untuk kebutuhan pribadi tersangka sendiri, tanpa sepengetahuan dan seijin korban,” terang Kapolsek Sumberrejo AKP Nur Zjaeni.

AKP Nur Zjaeni menambahkan, setelah dilakukan penangkapan pada Rabu (04/01/2017) pukul 11.30 WIB dirumahnya, tersangka kemudian di tahan di Rumah Tahanan Mapolres Bojonegoro.

Selanjutnya tersangka berikut barang bukti akan segera dilakukan pelimpahan tahap dua ke Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Bojonegoro, karena berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap (P21).

Atas perbuatannya, tersangka disangka telah melanggar pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan atau Penggelapan dan diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Reporter: Agus Supriyadi, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakJalur Tengkorak Kembali Telan Korban
Artikulli tjetërCewek Jadi Kurir Sabu Ditangkap

Tinggalkan Balasan