Tak Ada Fee Proyek Dimasa Bupati Anas, Puluhan Kontraktor Memilih Deklarasi Dukung Ipuk-Sugirah

11363
DPC Perkomindo Banyuwangi Deklarasi Dukung Paslon Ipuk-Sugirah.

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Puluhan kontraktor anggota Perkopindo (Perkumpulan Kontraktor Profesional Indonesia) deklarasi dukung Ipuk Fiestiandani-Sugirah. Mereka memilih mengarahkan dukungan pada Cabup Cawabup Banyuwangi nomor urut 2 lantaran salut tak ada fee proyek selama kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas.

“Selama dua periode Pak Anas, kita selalu kecipratan (mendapat) proyek, dan kita tidak pernah membayar fee,” ucap Ketua DPC Perkopindo Banyuwangi, Sukron Makmun, sesaat setelah deklarasi dukung Ipuk – Sugirah, Sabtu (7/11/2020).

Berada di Kantor Perkopindo Banyuwangi, di Dusun Stembel, Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran, dia bersama para kontraktor anggota juga menyampaikan bahwa Bupati Anas adalah sosok yang jujur dan bersih.

Pria yang sudah malang melintang didunia proyek sejak tahun 2004 menegaskan bahwa kabar terkait adanya fee yang sering kali mencuat di Banyuwangi, itu tidak benar.

Baca Juga  Wisata Setigi Sekapuk Jadi Tujuan Studi Banding Pemkab Gianyar Bali

“Apalagi beritanya kana da fee proyek 20 persen. Itu tidak ada. Saya tidak pernah menyerahkan fee pada Pak Anas,” tegasnya.

Loading...

Dari pengalaman tersebut, masih Sukron, dia bersama puluhan kontraktor anggota Perkopindo Banyuwangi, memutuskan untuk mendukung duet Cabup Cawabup Ipuk – Sugirah. Alasanya cukup mendasar, karena Ipuk adalah istri dari Bupati Anas.

“Pak Anas itu jujur dan bersih, saya yakin bu Ipuk juga sama. Beliau kan istrinya Pak Anas, itu sebabnya kami memilih pembangunan di Banyuwangi harus berkesinambungan,” ungkap Bos CV Sinar Gemilang ini.

Disebutkan, DPC Perkopindo Banyuwangi, memiliki anggota sebanyak 25 kontraktor. Per tahun, tiap kontraktor rata – rata mendapatkan 3 proyek dari Pemerintah Daerah Banyuwangi.

Baca Juga  Sengkarut Penyaluran BPNT di Desa Bayu Songgon: BTN Hingga PKH Pandai Berdalih

“Selain seluruh keluarga kita, tiap pengerjaan 1 proyek, minimal kita mempekerjakan 30 an orang dan itu sudah kita gerakan semua. Jadi bisa dikalikan berapa jumlah suara dari kami,” ujar Sukron.

Hendra Suhariyanto, kontraktor anggota Perkopindo Banyuwangi, juga mengamini pernyataan Sukron. Menurutnya, selama masa kepemimpinan Bupati Anas, dia bersama para kontraktor lain merasa seperti mendapat angin segar. Bisa bekerja dan mendapat keuntungan tanpa harus terbebani fee proyek.

“Anggaran proyek yang masuk ke kami itu selalu penuh, kalau pun ada potongan ya potongan pajak saja,” kata Direktur CV Sinar Bintang Timur ini. (*)

Reporter: Rochman

Loading...

Tinggalkan Balasan