Tahura dan KRM Segera Buka dengan Prokes Ketat

SURABAYA (Kabarjawatimur.com)-Setelah Kebun Binatang Surabaya (KBS), kini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, menyatakan kesiapannya membuka Taman Hutan Raya (Tahura) dan Kebun Raya Mangrove (KRM) dengan protokol kesehatan (Prokes) ketat.

Kepala DKPP Kota Surabaya, Yanuar Herlambang menyatakan, bahwa SOP protokol kesehatan di KRM maupun Tahura sudah siap. Bahkan sebelumnya, sudah pernah dilakukan asesmen oleh Satgas Covid-19 Surabaya. Saat ini, syarat pembukaan tinggal menunggu QR Code PeduliLindugi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta regulasi dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

“Selama ini kita sudah menerapkan Prokes, kan pernah buka tutup juga. Itu sudah pernah diasesmen (Satgas Covid-19), kapasitas (KRM) kita sekitar 300an (pengunjung),” katanya.

Baca Juga  Gelar Surabaya Fashion Week 2021, Pemkot Surabaya bersama Dekranasda Siap Bangkitkan UMKM
Loading...

Herlambang akan terus memastikan, bahwa seluruh kesiapan protokol kesehatan di KRM dan Tahura benar – benar matang. Maka demikian, ketika regulasi Inmendagri beserta QR Code PeduliLindungi turun, pembukaan KRM dan Tahura bisa langsung dilakukan.

Sesuai saran dari Satgas Covid-19, kapasitas maksimal pengunjung KRM baik di Wonorejo, Gunung Anyar maupun Medokan Sawah, adalah 300 orang. Oleh karenanya, ketika di dalam area KRM sudah mencapai 300 orang, maka langsung ditutup dan menunggu ada pengunjung yang keluar baru kembali dibuka.

“Jadi kami kontrolnya pakai kartu. Kartunya jumlahnya 300, kalau itu habis ya tutup. Menunggu ada pengunjung yang keluar, baru pengunjung lain masuk. Itu yang diterapkan, gentian. Jadi yang di dalam area itu sebelum jumlah 300 (orang) sudah ada yang keluar, maka pengunjung lain yang ingin masuk ya tidak apa-apa. Misal keluar 20 (orang), kan dapat karcisnya (kartu) masuk lagi (20). Nanti keluarnya berapa, masuk berapa,” jelasnya.(*)

Baca Juga  Unit Resmob Tuban Ringkus Empat Pelaku Penggeroyokan

Reporter : Gita Tamarin

Loading...
Berita sebelumyaMuscab BPC Gapensi, Pengusaha Milenial Dwi Arya Oktavianto Terpilih Aklamasi Jadi Ketua
Berita berikutnyaKamar Kos Dihuni Pengedar di Surabaya Digrebek

Tinggalkan Balasan