Kapolrestabes dan Kasubag Humas Polrestabes Surabaya

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) –Polrestabes Surabaya, Polda Jawa Timur menggelar Anev Kamtibmas Akhir Tahun 2020, Rabu (30/12/2020), pagi di gedung Bharadaksa Mapolrestabes Surabaya.

Diketahui, dalam hasil evaluasi tersebut, tindak pidana kejahatan di Surabaya tergolong mengalami peningkatan meski dalam masa Pandemi Covid-19.

Tindak kejahatan berupa pencurian dengan kekerasan (Curas), jika pada tahun 2019 ada 174 laporan dan selesai sebanyak 160 laporan dapat diungkap. Pada tahun 2020 terdapat 271 laporan dan selesai diungkap sebanyak 147 laporan.

Kasus Pencurian dengan pemberatan (Curat), di tahun 2019 ada 322 laporan, selesai 338. Sementara di tahun 2020 ada 386 laporan dan selesai sebanyak 291 laporan.

Pada kejahatan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) jika di tahun 2019 ada 267 laporan dan selesai 178, di tahun 2020 juga meningkat ada sebanyak 818 laporan dan dapat diselesaikan hanya 219 laporan saja.

Sementara untuk tempat kejadian perkara TKP yang mendominasi yakni berada di jalan raya menempati urutan pertama dan kedua di perumahan atau pemukiman.

Baca Juga  Tidak ada yang Diamankan, Arena Adu Doro Makam Rangkah dan Rel Sidotopo Dirazia

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhonny Isir menegaskan jika, setiap ada kejadian di wilayahnya Polsek harus sampaikan ke atasan dan media karena harus tranparan dan masyarakat juga akan tahu.

“Kejadian, khusunya di Polsek-Polsek harus laporan ke atasan dan transparan agar masyarakat juga tahu kelebihan dan kekurangan kita,” jelas Isir.

Loading...

Lanjut Isir, kenapa masyarakat harus tahu, karena dana atauuangv yang kita pakai adalah uang rakyat. Menurut Kapolrestabes, Kajahatan hanya selesai sekitar 50 persen dan yang paling signifikan adalah pencurian kendaraan bermotor (Curanmor)

“Dari semua ungkap kasus harus ditingkatkan dan dari segi Kamtibmas saya beri nilai 60, dan segi Lalu Lintas saya kasih nilai 75,” tambah Isir.

Sementara, AKBP Hartoyo Wakapolrestabes menambahkan, tidak ada perayaan dalam bentuk apa pun pada malam pergantian tahun 2020. Kemudian yang kedua, tidak ada kerumunan dan akan dilakukan pembatasan kegiatan masyarakat. Sampai maksimal 20.00 WIB.

Baca Juga  Disiplin Pegawai Menurun, Fraksi PKB Dorong Pemkab Bangkalan Gunakan Presensi Elektronik

Termasuk nanti pembatasan arus lalu lintas yang menuju Kota Surabaya.
Nanti mulai 17.00 WIB, sudah mulai di lakukan penyekatan orang-orang yang dari luar Surabaya yang tidak ada kepentingan emergency maka tidak boleh masuk ke Surabaya.

Pemberlakuan jam malam sudah di berlakukan mulai dari berlakunya Perwali dan untuk aktivitas resto dan lain-lain hanya sampai pukul 20.00 WIB.

“Swab Hunter akan kami tempatkan menjadi tujuh titik, termasuk satu di Polrestabes, kemudian untuk pelaksanaannya sampai 06.00,” katanya.

Nantinya, khusus tanggal 31 Desember, akan ada sanksi tegas untuk perorangan akan dilakukan tipiring atau denda. Kemudian kepada badan usaha juha akan dilakukan denda yang berlaku sesuai dengan ketentuan badan usaha.(*)

Reporter: Eko

Loading...
Berita sebelumyaJelang Tahun Baru, Polres Gresik Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Knalpot Brong
Berita berikutnyaSetubuhi Muridnya, Guru SMP di Blitar Terancam Dipecat

Tinggalkan Balasan