Tahanan Tersangka Persetubuhan Di Baureno Dititipkan Ke Rutan Mapolres

44

BOJONEGORO(kabarjawatimur.com),-Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Baureno pada Senin (03/07/2017) sekira pukul 20.00 WIB tadi malam, menitipkan seorang tahanan, tersangka kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur berinisial DL als AP bin SMI (31) warga Desa Tawangrejo Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, ke ruang tahanan (rutan) Mapolres Bojonegoro.

Pemindahan atau penitipan tersangka tersebut dilakukan sehubungan penyidik Polsek Baureno menganggap bahwa pemeriksaan terhadap tersangka sudah dirasa cukup dan berkas perkaranya telah siap untuk dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bojonegoro.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, jajaran Polsek Baureno pada Kamis (29/06/2017) lalu, mengamankan DL als AP bin SMI (31) warga Desa Tawangrejo Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, yang disangka telah membawa kabur seorang gadis tanpa ijin dari orang tuanya dan diduga telah melakukan persetubuhan terhadap anak gadis yang masih di bawah umur.

Baca Juga  Kapolsek Baru Harapkan Kekompakan Layani Masyarakat Kedungadem

Adapun korbannya, seorang gadis pelajar SMK kelas 11, yang baru berusia 16 tahun, warga Desa Bumiayu Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro.

Loading...

Kapolsek Baureno, AKP Marjono SH, kepada media ini menjelaskan, bahwa pada Senin (03/07/2017) sekira pukul 20.00 WIB tadi malam, Kanit Reskrim Polsek Baureno, Aiptu Obron bersama anggota Reskrim Bripka Dahlan, telah menitipkan tahanan, tersangka kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur berinisial DL als AP bin SMI (31) warga Desa Tawangrejo Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, ke ruang tahanan Mapolres Bojonegoro.

“Tersangka ditahan di Polsek Baureno sejak tanggal 29 Juni 2017 dan proses penyidikan terhadap tersangka oleh penyidik dirasa cukup,” terang Kapolsek Baureno, Selasa (04/07/2017) siang.

Baca Juga  Warga Antusias, BINDA Jatim Bersama Dinkes Bojonegoro Gelar Vaksinasi

Kapolsek menambahkan, oleh penyidik, pelaku disangka telah melanggar Pasal 332 KUHP junto Pasal 81 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang diperbaharui dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014. Karena telah melakukan tipu muslihat untuk melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

“Tersangka diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 5 milyar,” pungkas Kapolsek.

Reporter : Agus/H
Editor : Budi
Publisher : Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakDisidangkan, 5 Pedagang Miras Didenda 150 Ribu Dan 3 Hari Kurungan
Artikulli tjetërPemudik Di Bojonegoro Mendominasi Pembuatan SIM

Tinggalkan Balasan