Sumail Abdullah: Keselamatan Transportasi Laut Perlu Pembenahan

53
Anggota DPR RI Komisi V, Sumail Abdullah. (FOTO:istimewa)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Musibah tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Yunicee di perairan Selat Bali merupakan duka bagi Transportasi Indonesia. Namun, keselamatan penumpang adalah yang paling utama

Sekedar diketahuii, belum lama ini KRI Nanggala 402 juga dikabarkan hilang kontak juga terjadi di perairan Selat Bali.

Menanggapi hal itu, Anggota DPR RI Komisi V, Sumail Abdullah mengatakan yang terpenting dilakukan adalah proses evakuasi sehingga korban dapat diminimalisir.

Bahkan, menurutnya kedepan perlu perhatian serius bagi keselamatan transportasi, terutama laut. Hal tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Proses evakuasi harus secara intensif dilakukan agar korban tidak terus bertambah. Kalau perlu kolaborasi semua pihak karena dengan semakin banyaknya pihak yang terlibat dalam evakuasi maksimal dalam menyelamatkan korban. Safety first,” Kata Sumai Abdullah, Anggota DPR RI Dapil Jatim III, pada wartawan Rabu (30/6/2021).

Loading...
Baca Juga  Geliat Kampoeng Thengul, Lestarikan Seni Khas Bojonegoro

Sumail menjelaskan, penyelamatan korban menjadi prioritas. Namun, akan tetapi keselamatan penumpang transportasi laut perlu dilakukan evaluasi mulai dari kelayakan beroperasi sampai pada kelengkapan keselamatan.

Apalagi, masih Sumail, Ini penting dan perlu menjadi perhatian baik penyedia transportasi maupun stakeholder agar mentaati aturan main.

“Kedepan perlu evaluasi penyelenggaraan transportasi laut baik dari segi kelayakan jalan maupun kelengkapan fasilitas penyelamatan apabila terjadi kecelakaan Kapal Motor Penumpang jangan sampai memaksakan beroperasi dengan mengorbankan keselamatan jalan,” cetus Anggota DPR kelahiran Banyuwangi.

Lebih lanjut, Sumail Abdullah mengatakan safety first. Keselamatan penumpang adalah yang utama.

Tidak ada kompromi lagi karena sebagian besar Kapal Motor Penumpang rata-rata bekas dan usianya tua sehingga perlu pengawasan yang sangat ketat.

Baca Juga  Tim Rescue SIGAP INDONESIA Bantu Korban Banjir dan Longsor di Garut

“Ini perlu menjadi perhatian kita semua. Perlu peninjauan ulang terutama keselamatan transportasi laut,” pungkas Sumail. (*)

Reporter: Rochman

 

Loading...
Artikulli paraprakKeluarga Korban KMP Yunicee Mulai Berdatangan di Pelabuhan Ketapang
Artikulli tjetërKMP Yunicee Tenggelam, 6 Orang Dilaporkan Meninggal

Tinggalkan Balasan