Sudah Bayar Tapi Ijin Tidak Keluar, Petani Porang Gresik Merasa Dibohongi Oknum Perhutani

41
Para petani porang di lahan Perhutani Panceng saat menyambangi tanaman mereka.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Kelompok petani porang yang menyewa lahan di Perhutani Panceng, Kabupaten Gresik resah. Sebab, mereka sudah membayar sewa lahan kepada oknum perhutani namun ijin pengelolaannya tidak keluar.

Hal inilah yang dialami oleh kelompok petani porang Desa Wotan, Panceng yang telah menanam porang sejak tiga tahun lalu. Kala itu, mereka dijanjikan oleh Oknum BKPH Kranji, yang membawahi KPH (Kesatuan Pemangku Hutan) Panceng akan mendapatkan izin pengelolaan lahan.

Kenyataannya, hingga saat ini perjanjian kerjasama antara LMDH dan Perhutani belum ada. Padahal, ada plakat demplot lahan yang dikeluarkan langsung oleh KPH Panceng. Hal itu yang membuat yakin petani.

Salah seorang petani bernama Solahudin asal Desa Wotan mengatakan, awalnya dia tidak tahu lahan seluas 4 hektar yang disewakan ternyata belum memiliki izin. Dia baru tahu ternyata dibohongi oknum nakal.

“Baru tahu setelah kami ingin membuat tempat penyimpanan porang. Kami ditegur oleh Perhutani, katanya kami belum punya perjanjian kerjasama, jadi kami baru tahu,” ungkapnya, Senin (12/9/2022).

Baca Juga  Pemkab Jember Gratiskan Lin dan Beri Subsidi Ojol dan Opang 50 Liter BBM

Solahudin menyebut dirinya sudah membayar Rp 8 juta di BKPH Kranji dan diterima oleh oknum petugas berinsial PJ, lalu diantar langsung ST, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Panceng.

Tak hanya pembayaran tahun pertama, oknum di Perhutani itu diduga meminta uang ke petani dengan dalih pembayaran pajak, pindahan rumah hingga alasan yang tak masuk akal lainnya.

Loading...

“Kami sudah membayar, itu hasil urunan kami sesama petani porang. Malah katanya belum izin kan aneh sekali, kami selama ini tidak tahu karena sudah ada papan dari banner bertuliskan demplot Porang,” ujarnya.

Dia berharap permasalahan ini dapat selesai karena petani sangat dirugikan. Apalagi, porang yang ditanam di hutan waktunya panen. Mereka pun meminta ada solusi terbaik.

Baca Juga  Guna Atasi Genangan Air, Bojonegoro Terus Bangun Drainase

“Kalau tidak ada solusi, kami akan melakukan demo protes, ternyata tak hanya petani porang, petani lain di sekitar hutan juga banyak yang jadi korban,” imbuhnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi Kasubsi Hukum Kepatutan dan Komunikasi, KPH Perhutani Tuban Tole Suryadi menyatakan belum ada perjanjian apapun antara Perhutani dan petani porang Panceng.

“Jangankan izin, lah disposisi saja tidak ada, kami tidak pernah dilapori soal penanaman porang di Hutan Panceng, artinya secara administratif belum ada,” jelasnya.

Terkait indikasi adanya adanya oknum pegawai Perhutani yang melakukan sewa menyewa secara ilegal, Suryadi belum mengetahui secara pasti.

“Tidak ada sewa menyewa lahan untuk porang. Soal yang (Permasalahan) di Panceng, kami sudah lapor ke manajemen, nanti akan kita pelajari apa masalahnya,” tambahnya. (*)

Reporter : Azharil Farich

 

Loading...
Artikulli paraprakRatusan Tilang Dikeluarkan Polisi Saat Malam Minggu
Artikulli tjetërA bad credit score loan ranger Philippines Pesohere Progress

Tinggalkan Balasan