Suami Tewas Berawal dari Cekcok dengan Istri, Polisi Banyuwangi Amankan ‘Ganco’

209
Jenazah korban saat dibawa ke RSUD Blambangan, Banyuwangi. (FOTO:Kabarjawatimur.com)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Pihak Kepolisian Polresta Banyuwangi masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan atas hilangnya nyawa Safari (63) Dusun Karangharjo, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.

“Alat bukti sudah kami sita. Dan berdasarkan kesaksian, kami memeriksa sekitar tiga saksi,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Kamis (25/6/2020).

Berdasarkan penyelidikan kepolisian, korban meninggal dunia diduga akibat pukulan ganco (alat untuk menggali tanah atau membelah batu, red) hingga mengalami luka di bagian punggungnya.

Sementara itu, Kepala Desa Temuasri, Sunarti, mengaku tidak mengetahui kronologis kejadian tersebut. Dia mengaku dilapori warganya ada kejadian pembunuhan. Diapun langsung menuju ke rumah korban.

Loading...

Menurut warga sekitar rumahnya, lanjut Sunarti, mereka tinggal bersama anaknya yang berusia 16 tahun. Bahkan, keduanya sempat cekcok biasa, tapi sehabis itu selesai.

Baca Juga  Rumah Makan 'Pondok Apung' Rogojampi Terapkan Protokol Kesehatan Jelang New Normal

“Kronologis belum tahu persis. Tapi pada saat saya menuju rumahnya memang warga mengatakan demikian,” cetusnya.

Sunarti menegaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi korban hanya mengalami luka memar pada bagian punggung.

“Cuma memar saja, karena di punggung yang dihantam sama istrinya. Itu punggungnya kayaknya. Lukanya di punggung tapi gak luka cuma memar,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, kasus dugaan pembunuhan itu terjadi, Rabu (24/6/2020) sekira pukul 05.00 Wib. Hingga kini pihak kepolisian masih mendalami apa motif dibalik kasus dugaan pembunuhan tersebut. (*)

Reporter: Rochman

Loading...

Tinggalkan Balasan