Stafsus Menkumham Dorong Jajaran Imigrasi Bandung Selalu Buat Inovasi Menarik

Imigrasi Bandung
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung Arief Hazairin Satoto mendampingi Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM Bidang Hubungan Luar Negeri, Linggawati Hakim meninjau ruangan kantor.

BANDUNG (Kabarjawatimur.com)
Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM bidang Hubungan Luar Negeri, Linggawati Hakim meninjau Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung, Senin (1/3/2021). Stafsus menteri ini didampingi oleh Kepala Bagian Umum, Eva Gantini.

Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung Arief Hazairin Satoto, beserta pejabat strukural turut serta mendampingi Satfsus Linggawati meninjau ruangan pelayanan paspor, coffee corner, area pengisian formulir, area bermain anak, ruang menyusui, ruang Yankomas, ruang BAP serta ruangan lainnya.

Imigrasi Bandung
Jajaran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung bersama Stafsus Menkumham Linggawati Hakim foto bersama usai kegiatan.

Dalam arahannya, Stafsus Linggawati menjelaskan tentang banyaknya faktor kegagalan satker dalam memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Loading...

“Agar Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung dapat melahirkan inovasi yang menarik, dapat bekerjasama dengan pihak- pihak lain (civil society) sehingga dapat mendukung pembangunan Zona Integritas,” ujar Linggawati.

Kunjungan dilanjutkan dengan kegiatan Penguatan dan Pembinaan Kinerja dalam membangun Zona Integritas yang dilaksanakan di Aula Soepomo yang dihadiri oleh pejabat struktural serta Tim Pokja Pembangunan Zona Integritas pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung.

Setelah kegiatan pengarahan, dilanjutkan dengan penayangan video transformasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung terkait perubahan- perubahan yang telah dilakukan oleh Kantor Imjgrasi Kelas I TPI sebagai bentuk Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. (*)

Reporter: Ibad

Loading...
Berita sebelumyaPesta dengan Tiga Pria, Wanita di Surabaya Dibekuk Polisi
Berita berikutnyaPengembangan Uang Asing Palsu 2,8 Triliun, Total Masih 4,5 Triliun

Tinggalkan Balasan