Stadion Gelora Bangkalan Jarang Digunakan, Dispora Berharap Ada Event Nasional

330
FOTO: Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Madura

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Stadion Gelora Bangkalan (SGB) di Jalan Soekarno-Hatta Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur merupakan sarana olahraga sepak bola bertaraf Nasional.

SGB diresmikan Bupati Bangkalan RKH Fuad Amin pada 18 November 2012 menjadi salah satu ikon di Kabupaten Bangkalan.

Stadion kebanggaan masyarakat Bangkalan itu kini jarang digunakan. Meski memiliki kualitas rumput sejajar dengan Gelora Bung Karno (GBK).

Karena club sepak bola Madura United (MU) yang sebelumnya sering menggunakan SGB untuk pertandingan Home dipentas Liga 1, kini sudah memiliki stadion sendiri yaitu Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingam (SGMRP), Kabupaten Pamekasan yang diresmikan pada 6 April 2019 lalu.

Anehnya, meski SGB jarang digunakan untuk pertandingan sepak bola, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari SGB tahun ini sudah melampaui target. Berbeda dari tahun sebelumnya yang tidak mencapai target.

Baca Juga  Nelayan Jatim Serukan Dukungan untuk Erick Thohir Pimpin Indonesia

Padahal pada tahun 2018 club sepak bola Madura United sering menggunakan SGB untuk pertandingan home Liga 1 atau latihan.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bangkalan menargetkan PAD dari SGB pada tahun 2018 sebesar Rp 45 juta. Dan juga menjadi target PAD pada tahun 2019.

Loading...

Tahun 2018 realisasi PAD dari SGB sebesar Rp 24 juta. Sementara realisasi PAD hingga pertengahan tahun ini sudah mencapai Rp 85 juta.

“PAD kita tetap ada, secara makro realisasinya PAD kita tahun ini 300 persen,” ujar Kepala Dispora Kabupaten Bangkalan Sa’ad Asjari melalui Sekretaris Samsul Ma’arif, pada Selasa (13/8/2019).

Ia menambahkan, dulu pendapatan dari SGB mengandalkan sewa Madura United (MU). Tahun ini, karena MU sudah memiliki stadion sendiri, pihaknya berharap ada event-event nasional untuk meningkatkan pendapatan SGB.

Baca Juga  Bupati Anna Sambut Sandiaga Uno dengan Kuliner Khas Bojonegoro

“Tempatnya kan representatif, sekarang bagaimana caranya orang ingin menyewa stadion itu,” tandas Samsul.

Terget PAD yang sudah terlampui itu, kata Samsul, bukan hanya bersumber dari sewa lapangan sepak bola saja. Akan tetapi, juga bersumber dari sewa dihalaman depan SGB.

“Jadi stadion itu jangan punya persepsi dilapangan sepak bola saja ya, tapi kriwil-kriwil-nya di sekitarnya itu juga,” tandasnya.

Reporter: Rusdi
Editor: Rizky

Loading...
Artikulli paraprakPolisi Selidiki Penyebab Jatuhnya Crane PT HK dan Nindya
Artikulli tjetërPolda Jatim Ungkap Tambang Ilegal di Surabaya dan Sidoarjo

Tinggalkan Balasan