Sowan ke Ponpes Watu Bodo, Paslon Gus Yani-Bu Min Didoakan Jadi Bupati Gresik

148
Paslon Gus Yani dan Bu Min saat sowan ke pemangku Ponpes Pendopo Watu Bodo KH Abdillah Anas Azwar

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Demi niatnya mewujudkan perubahan menuju ‘Gresik Baru’, pasangan calon bupati Fandi Akhmad Yani terus bergerilya tiada henti. Dengan menemui para ulama, kiai, tokoh masyarakat dan pendukung di berbagai tempat.

Salah satunya, sowan ke Ponpes Pendopo Watu Bodo, Desa Pangkahkulon, Kecamatan Ujungpangkah. Pria yang akrab disapa Gus Yani ini datang bersama wakilnya Aminatun Habibah (Bu Min). Keduanya lalu ditemui oleh pemangku ponpesnya KH. Abdillah Anas Azwar.

Sebelum berkunjung ke ponpes, Gus Yani terlebih dahulu salat Idul Adha di Masjid At Taqwa, Desa Padangbandung, Kecamatan Dukun. Lalu bertemu tokoh masyarakat nelayan di Desa Campurejo, Panceng serta melaksanakan salat Jum’at di Masjid Desa Cangaan.

Baca Juga  Ketua PWNU Jatim Isyaratkan Dukungan di Pilkada Gresik ke Gus Yani - Neng Min

“Kegiatan sowan ini bagian dari mengajak, menyerap aspirasi masyarakat dan sosialisasi program yang akan diusung ke depan. Kami ingin meminta masukan para kiai dan berbagai elemen masyarakat,” ujar Gus Yani, Sabtu (1/8/2020).

Loading...

Gus Dillah panggilan akrab KH Abdillah Anas berkata, dirinya mengapresiasi munculnya paslon Gus Yani – Bu Min di Pilkada Gresik. Terlebih paslon ini memiliki misi menuju perubahan ‘Gresik Baru’

Dia pun menilai sosok Gus Yani adalah pilihan tepat. Apalagi dia menggandeng Bu Min yang merupakan putri dari pengasuh Ponpes Qomaruddin Bungah.

“Misi yang diusung oleh paslon Gus Yani – Bu Min ini sangat bagus. Yakni perubahan agar Gresik lebih baik ke depan. Sosok Gus Yani sendiri masih muda dan bertalenta. Saya doakan jadi,” ucap Gus Dillah, Sabtu (1/8/2020).

Baca Juga  Warga Sumbo Surabaya Berurusan Dengan Polisi, Ternyata Pemain Lama

Pada kesempatan itu, Gus Dillah berpesan agar ke depan bisa menjadi pemimpin amanah yang mampu membangun harmoni antar semua unsur. Khusunya para kiai.

“Inilah modal besar kemajuan suatu daerah. Jadi pemimpin tidak hanya bisa membangun infrastruktur saja. Melainkan pemimpin juga harus bisa membangun harmoni semua unsur,” pungkasnya. (*)

Reporter : Azharil Farich

Loading...

Tinggalkan Balasan