Soal Virus Corona, Bupati Bangkalan Minta Masyarakat Tidak Panik dan Menimbun Masker

87
Rakor Pemkab Bangkalan Bersama Forkopimda

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) –Kabar penyebaran virus corona di Indonesia akhir-akhir ini membuat masyarakat cemas dan panik. Pasalnya, penyakit menular itu telah mewabah ke negera diseluruh dunia. Setidaknya terdapat 90 lebih negara di dunia yang telah terpapar virus corona, dan dikabarkan ribuan korban telah meninggal dunia.

Menghadapi kenyataan tersebut, Pemerintah Kabupatem (Pemkab) Bangkalan mempersiapkan langkah-langkah penanganan virus Corona. Hal itu disampaikan Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron saat acara rapat koordinasi persiapan gelar kegiatan Gerakan Bangkalan Sehat, Jawa Timur Sehat, Indonesia Maju, Jumat (6/3/2020) di Pemkab Bangkalan.

Salah satu langkah adalah penyusunan protokol penanganan kasus corona dari ODP (orang dalam pemantauan) hingga sehat kembali. Tujuannya agar bisa ditangani dengan prosedur yang semestinya.

Baca Juga  Iseng Rekam Wanita Mandi, Pria di Surabaya Ditangkap Polisi

Ra Latif sapaan akrab Bupati menambahkan, pembentukan protokol tersebut untuk penanganan orang-orang yang masuk dari luar negeri di beberapa pintu perbatasan. Setidaknya ada 135 pintumasuk di wilayah perbatasan seluruh Indonesia.

“Bangkalan tidak termasuk wilayah perbatasan tetapi banyak warga kita yang bekerja di luar negeri. Mereka inilah yang harus terus kita pantau kedatangannya. Ini menjadi tugas aparat desa dibawah dan juga tanggungjawab para Camat,” ujarnya.

Loading...

Orang nomor satu di Bangkalan itu menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan cemas dengan kabar penyebaran virus corona. Sebab kata dia, orang yang diduga terjangkit virus corona harus melalui tahapan pemeriksaan yang inten.

“Harus menunggu setidaknya 15 hari, baru bisa diketahui orang itu terjangkit virus corona,” tutur Ra Latif.

Baca Juga  Pasca Korban Tewas Tenggak Miras, Polsek Jajaran Gelar Razia Oplosan

Selain itu, Ra Latif meminta kepada masyarakat agar tidak melakukan penimbunan masker, dan cukup menggunakan masker sewajarnya saja.

“Cukup yang sakit yang menggunakan masker, dan masker yang sudah dipakai digunting agar tidak dijual kembali,” tutupnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Sudiyo mengungkapkan bahwa, meski mobilitas penduduk di Bangkalan sangat tinggi, pihaknya yakin bahwa masyarakat Bangkalan tidak ada yang terpapar virus corona.

“Seandainya terjadi kasus virus corona ini kami sudah siapkan rumah sakit, karena RSUD Syamrabu ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan pendamping,” ungkap dia.

“Tapi saya berharap tidak ada yang terjangkit virus ini,” tambah Yoyok sapaannya. (*)

Reporter: Rusdi

Loading...
Artikulli paraprakPolisi Banyuwangi Bongkar Pemalsu Dokumen Kependudukan, 1 Pelaku Oknum PNS
Artikulli tjetërIngat! Timbun Masker Bisa Kena Denda Hingga 50 Millyar

Tinggalkan Balasan