Mathur Husayri saat Diwawancarai awak media usai minta penjelasan kepala SMKN 1 Bangkalan

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Mathur Khusairi bersama Dewan Pendidikan Kabupaten Bangkalan melakukan inspeksi mendadak di SMKN 1 Bangkalan, Jumat (13/8).

Hal itu dilakukan menindaklanjuti keluhan seorang pelajar SMKN 1 Bangkalan, Raden Rizma Aulya Dwitasari.

Rizma sempat viral di media sosial usai mengeluh kepada Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron mengenai biaya pendidikan di sekolah kejuruan tersebut.

“Saya datang kesini untuk memastikan ada persoalan apa sebenarnya, hingga viral di medsos,” kata Mathur.

Mathur menambahkan SMA/SMK sederajat merupakan kewenangan Pemprov Jatim. Sehingga pihaknya meminta penjelasan dari pihak sekolah perihal keluhan yang disampaikan Rizma.

Ternyata, kata Mathur Rizma sudah menyampaikan ketidakmampuan keluarganya untuk membayar biaya sekolah, seperti membeli seragam di koperasi sekolah dengan harga Rp 1.400.000, dan biaya atribut lainnya.

Baca Juga  Program Pelebaran Jalan Bangkalan-Sumenep Bakal Terealisasi

Pada waktu itu, berdasarkan pengakuan Rizma, hanya memiliki uang sebesar Rp 300.000 sehingga tidak bisa menebus seragam.

Loading...

“200 ratus ribu buat bayar seragam, sementara 100 ribu buat nebus rapot di sekolah asal. Nah apa benar mengambil rapot harus bayar 100 ribu, anak ini benar nebus ijasah atau jajan?,” ungkap Mathur.

Dikatakan Mathur, Kepala Sekolah dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Provinsi Jawa Timur wilayah Bangkalan sudah bergerak cepat, sehingga Rizma bisa menempuh pendidikan dengan gratis.

“Akhirnya anak ini di gratiskan, bahkan di kasih seragam,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Bangkalan Qurrotul Aini menjelaskan, pelajar yang nasibnya seperti Rizma hampir 20 persen dari total 299 siswa baru di SMKN 1 Bangkalan.

Baca Juga  Soal Dugaan Korupsi, Camat Pesanggaran Banyuwangi 'Iming-Iming' Uang Wartawan

“Intinya miss komunikasi saja antara petugas koperasi dan risma. Sebenarnya yang tidak mampu banyak, bukan hanya risma. Itu sudah diberi kelonggaran, asal bisa mengumpulkan surat keterangan tidak mamapu (SKTM),” terangnya.

Qurrotul Aini mengatakan, Rizma kini bisa belajar tanpa menanggung beban biaya hingga lulus nanti. Kata dia, pihak sekolah telah menggratiskan, bahkan memeberikan seragam terhadap Rizma.

“Sekarang sudah gratis. Uang 200 ribunya sudah dikembalikan. Gratis sampai lulus nanti anak itu,” tutupnya. (*)

Reporter: Rusdi

Loading...
Berita sebelumyaDuh! Mau Kulakan, Mobil L300 Juragan ini Hilang Digondol Maling
Berita berikutnyaJalin Kedekatan, Kapolres Magetan Silaturahmi dengan Tokoh Agama

Tinggalkan Balasan