Soal Ambruknya Proyek Atap Kecamatan Jenggawah Jember, Begini Kata Dirut PT Andaya Breka

135
Dirut PT Andaya Breka Konstruksi Andun Sulistyo Darmawan saat konfrensi pers.

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Pihak kontraktor akhirnya buka suara terkait kasus ambruknya atap balai kecamatan Jenggawah, Jember beberapa hari lalu.

Selaku pelaksana bertanggung jawab dan bersedia mengikuti proses hukum atas kasus proyeknya membangun kantor kecamatan Jenggawah yang ambruk.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama PT Andaya Breka Konstruksi, Andun Sulistyo Darmawan dalam jumpa pers di sebuah rumah makan, Kamis (5/12/2019).

“Saya siap kerjasama yang baik, kooperatif dengan kepolisian dan juga kejaksaan,” kata Andun.

Dia menghormati saat ini proyeknya dihentikan oleh Kepolisian Resor Jember. Menutnya, jika sewaktu-waktu kepolisian memerintahkan untuk melanjutkan pembangunan, Andun bersedia melaksanakannya hingga tanggung jawabnya selesai.

Mengenai penyebab ambruknya kerangka atap baja ringan di pendopo kantor kecamatan Jenggawah, Andun akan menyampaikan detail ke penegak hukum.

Baca Juga  Kelompok Residivis Pencurian Tertangkap, Tiga Diantaranya Wanita

Namun, kepada media dia meyakinkan telah bekerja sesuai dengan perencanaan pembangunan.

“Kami di manajemen sampai tingkat tukang di lokasi mengikuti semua spesifikasi yang di dalam perencanaan. Bahannya, dan lainnya ikuti spesifikasi,” sergahnya.

Loading...

Andun juga menegaskan telah bertanggung jawab atas pengobatan Mohamad Havid (25), warga Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi yang mengalami luka-luka akibat kejatuhan genteng dan baja ringan.

“Santunan juga kami berikan sampai korban sembuh seperti sedia kala. Sekitar 1-2 bulan kami tanggung biaya hidupnya dan keluarganya,” janjinya.

Sedangkan, Ketua Forum Masyarakat Jasa Konstruksi Didik Muzanni menyebut kepolisian telah melakukan restoratif keadilan.

“Bukan sekedar upaya paksa, tapi sudah menelaah secara obyektif. Kami harap ada kesempatan pelaku usaha supaya bisa menyelesaikan kontraknya,” harapnya.

Baca Juga  Empat Desa di Kecamatan Soko Tuban Akan Ikuti Pilkades Serentak 2022

Diberitakan sebelumnya, pada Selasa (3/12/2019) atap kerangka baja ringan atau galvalum yang sudah dipasangi genteng ambruk.

Proyek tersebut anggarannya Rp2 miliar bersumber dari APBD 2019 melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, Cipta Karya dan Tata Ruang.

Unit Tipikor Satreskrim Polres Jember sedang menyelidiki kasus ini. Sementara masih melakukan pengumpulan bahan, bukti, dan keterangan.

Di sisi lain pihak Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jember pada hari rabu lalu (4/12/2019) juga telah melakukan klarifikasi terhadap kontraktor, konsultan perencana, konsultan pengawas, dan pejabat pembuat komitmen. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakLihai Cetak Uang Palsu, Teknisi HP asal Jember Diamankan Polda Jatim
Artikulli tjetërJelang Tahun Baru, Jambret Beraksi di Samping Mapolrestabes Surabaya

Tinggalkan Balasan