Skuadron 800 Wing Udara Puspenerbal Tiba di Darwin Australia

90

AUSTRALIA (kabarjawatimur.com) Pesawat Udara TNI AL CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) P- 861 Skuadron 800 Wing Udara 1 Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut tiba di Darwin Australia.

Pesawat Udara TNI AL CN235-220 MPA dengan nomor lambung P- 861, sejak hari Kamis (15/09/2016) pukul 08.38 WIB tinggal landas dari Markas Wing Udara 1 Puspenerbal Juanda menuju Kupang Nusa Tenggara Timur, dengan waktu penerbangan 3 jam 37 menit.

Pada hari Jumat (16/09) pukul 08.08 waktu setempat dari Bandara Kupang Pesud TNI AL CN235-220 MPA, setelah menempuh penerbangan selama 2 jam 46 menit, pada pukul 11.24 waktu setempat tida di RAAF BASE Darwin Australia.

Direncanakan Pesud TNI AL CN235-220 MPA akan berada di Darwin sampai dengan tanggal 30 September 2016, dalam rangka latihan Multilateral Angkatan Laut di Kawasan Asia Pasifik, yang dilaksanakan setiap 2 tahun sekali. TNI AL terakhir mengikuti latihan pada tahun 2012 yang diwakili oleh KRI FKO-368.

Baca Juga  Nelayan Jatim Serukan Dukungan untuk Erick Thohir Pimpin Indonesia

Pada tahun ini pihak Australia Royal Australian Navy (RAN) melibatkan 10 negara, yaitu Australia, Canada, France, Indonesia, Japan, New Zealand, Papua New Guinea, Pakistan, Singapore, United States.

Tujuh personil pilihan dari Wing Udara 1 dipercaya selaku pengawak Pesawat Udara TNI AL CN235-220 MPA dibawah pimpinan Mayor Laut (P) Adam Firmansyah selaku Kapten Pilot yang jabatan sehari-hari sebagai Komandan Skuadron 800 Wing Udara 1 Puspenerbal.

Loading...

Unsur TNI AL yang juga bergabung dalam latihan tersebut adalah KRI Sultan Hasanuddin – 366 dipimpin oleh Letkol Laut (P) Sandharianto selaku Komandan.

Kegiatan latihan KAKADU 2016 akan dilaksanakan di perairan Utara Australia dalam rangka latihan Multilateral Angkatan Laut di Kawasan Asia Pasifik.

Baca Juga  Lima Orang Penjudi Doro Ploso, Peran Masing Masing Pelaku

Latar belakang latihan Kakadu 2016 adalah memelihara dan meningkatkan hubungan kerja sama antar negara di Asia Pasifik. Urgensi latihan memberikan dampak penangkalan ke luar maupun ke dalam negeri secara umum dan menjalin kerja sama antar negara di Asia Pasifik dan meningkatkan profesionalisme pengawak unsur peserta latihan.

Tujuan latihan mempererat kerja sama antara TNI AL dan negara-negara peserta latihan, meningkatkan interoperability dalam maritime security regional pada operasi multilateral. Sasaran latihan memelihara dan meningkatkan hubungan antara negara peserta dalam menjaga stabilitas keamanan regional, meningkatkan koordinasi, kerja sama dalam pemahaman prosedur, taktik operasi laut, mengembangkan prosedur maritime security dan SOP untuk pemeriksaan di laut serta SAR.

Penulis : Mayor Laut (KH) Wintala Kasi Intelud Wing Udara 1 Puspenerbal. Editor : Budi, Publisher : Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakAsyiknya Belajar Manasik Haji
Artikulli tjetërWholesales Daihatsu Capai 116.999 Unit

Tinggalkan Balasan