SKDU Catat Kinerja Sektor PHR Tumbuh 20,22% Dibarengi Industri Pengolahan

13

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Kinerja dunia usaha menunjukkan tren positif meningkat pada kuartal II-2017. Ini dibuktikan dengan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Triwulan II-2017 terjadi optimisme pelaku usaha terhadap Indikator realisasi kegiatan usaha naik sebesar 20,22%.

Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Herwanto mengatakan peningkatan persepsi pelaku usaha ini
didorong oleh aktifitas sektor Industri Pengolahan dan sektor Perdagangan, Hotel, & Restoran (PHR).

“Jumlah pelaku usaha di Jawa Timur yang mencatatkan kenaikan kinerja per triwulan laporan lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya,” ujarnya, Senin (17/07/2017).

Dari sisi sektoral, Herwanto menambahkan optimisme pelaku usaha terhadap peningkatan realisasi kinerja dunia usaha sektoral tertinggi di sektor PHR, diikuti dengan sektor industri pengolahan.

Hal ini juga dibarengi meningkatnya kinerja kedua sektor utama yakni pengaruh faktor musiman momen Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1438 H yang mendorong naiknya permintaan  domestik. 

Baca Juga  Geliat Kampoeng Thengul, Lestarikan Seni Khas Bojonegoro

Selain itu, peningkatan kinerja sektor industri pengolahan juga sejalan dengan nilai prompt manufacturing index SKDU triwulan II-2017 berada pada level ekspansi.

Disebutkan, indikasi dari meningkatnya kapasitas produksi dari 71,36% menjadi 78,48% didorong oleh naiknya kapasitas produksi hampir dari seluruh sektor.

Pertama, terpantau dari kapasitas sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan mencatat peningkatan sebesar 5,66 poin menjadi 72,28% dan sektor industri pengolahan naik 2,95 poin menjadi 75,43%.

Loading...

“Kondisi ini sejalan dengan indikator realisasi tenaga kerja tercatat mengalami kenaikan pada tiap triwulan laporan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk peningkatan kinerja dunia usaha pada triwulan II-2017 tidak langsung direspon oleh pelaku usaha dengan menaikkan harga jual. Hal ini tercermin dari indikator kenaikan harga jual barang/tarif yang tercatat lebih rendah 6,51 poin (qtq) dibandingkan triwulan I-2017.

Oleh sebab itu, stabilnya
tekanan terhadap kenaikan harga jual dialami hampir seluruh sektor ekonomi. Terutama dari sektor industri pengolahan dan jasa-jasa.

Baca Juga  Mantan Kades Ditetapkan Tersangka Kasus PKH

Kedua, investasi pelaku usaha pada triwulan II-2017 relatif stabil, menurut Herwanto. Bahkan untuk tiga sektor utama Jawa Timur yaitu sektor industri pengolahan, sektor PHR dan sektor pertanian tercatat mengalami kenaikan dibandingkan triwulan sebelumnya.

“Hasil SKDU triwulan II-2017 juga mengkonfirmasi likuiditas maupun rentabilitas perusahaan dalam kondisi baik, dengan akses kredit ke perbankan yang dinilai cukup mudah,” bebernya.

Selanjutnya, masuk pada triwulan III-2017, ekspektasi pelaku usaha terhadap aktivitas ekonomi justru diperkirakan masih bertumbuh lantaran optimisme pelaku usaha pada indikator ekspektasi kegiatan usaha alami kenaikan sebesar 7,86 poin dengan tingkat kebutuhan tenaga kerja yang relatif stabil.

Kendati demikian, potensi kenaikan harga jual komoditas, meskipun lebih rendah dibandingkan triwulan II-2017 diharapkan tumbuh stabil mengikuti perubahan optimisme pelaku usaha.

Penulis : Kjt-01
Editor : Budi
Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakPeringati HUT Korem, Kodim 0813 Adakan Karya Bhakti
Artikulli tjetërYKN Jatim Gelar Halal Bi Halal Arek Suroboyo Bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng

Tinggalkan Balasan