Siswa SMP Tertangkap Jadi Bandar Sabu

58

SURABAYA (kabarjawatimur.com) Unit Narkoba SatReskrim Polres Tanjung Perak Surabaya berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu yang tergolong besar yakni dengan barang bukti seberat kurang lebih 70 gram pada Sabtu (10/09/2016) yang lalu.

Pengungkapan kasus ini berawal saat anggota berhasil menangkap salah satu pengguna sabu bernama M. Riyadi (34) asal Jl.Kedung Anyar Gg.2 Surabaya, dari pengedar ini petugas mendapatkan barang bukti 0.34 gram sabu. Disamping digunakan sendiri pelaku juga menawarkan untuk dijual kembali kepada pelanggannya.

Kepada petugas Riyadi mengaku mendapatkan narkoba bergolongan 1 tersebut dari seseorang bandar berinisial DN di daerah Petemon Surabaya.

“Untuk dipakai sendiri, kalau ada yang pesan ya saya kasih,” kata M Riyadi kepada kabarjawatimur.com, Kamis (15/09/2016).

Baca Juga  Masyarakat Sidoarjo Harapkan Sandiaga Di 2024, Retas Kemiskinan Lewat Pelatihan

Sementara itu, Kapolres Tanjung Perak Surabaya AKBP Takdir Matanette mengungkapkan, setelah pengedarnya tertangkap, petugas melakukan pengembangan dan akhirnya tertangkap bandar besarnya yakni, DN (17) asal Jl. Petemon Kuburan Surabaya.

Loading...

“Ungkapan kasus narkoba ini tergolong besar di tahun 2016 untuk ukuran Polres Pelabuhan Tanjung Perak,” kata AKBP Takdir Mattanete.

Takdir melanjutkan, barang bukti sabu sebesar 70 gram ini didapat saat pelaku ditangkap lalu diamankan saat transaksi di kediamannya.

“Meskipun barang buktinya tergolong besar ternyata bandarnya masih anak dibawah umur dan tercatat siswa SMP kelas 9 disalah satu sekolah Swasta di Surabaya”,jelas Takdir.

Takdir menambahkan, rekan pelaku masih ada satu lagi menjadi DPO berinisial H. Meskipun pelaku masih dibawah umur tetapi sudah bisnis narkoba yang jumlahnya besar dan tetap akan  di proses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Baca Juga  Akomodir Tuntutan Warga Mengare, JIIPE Gresik Minta Jeda Waktu 3 Hari

Pelaku ini menjalani bisnis haram tersebut sudah kurang lebih 1 bulan dan mengaku mendapatkan upah Rp.200.000 pertransaksinya.

“Pelanggannya membeli dengan cara datang langsung kerumahnya. Untuk status pelajarnya petugas akan melakukan penyelidikan dengan mendatangi sekolah yang bersangkutan”,tutup mantan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya ini.

Penulis : Ekoyono, Editor : Budi, Publisher : Gunawan

 

Loading...
Artikulli paraprakDua Sahabat Kompak Curi Helm
Artikulli tjetërPercantik Pedestrian Jl Ijen, Pemkot Malang Alokasikan Rp 3 M

Tinggalkan Balasan