Sindikat Pengedar Narkoba dan Obat Terlarang di Banyuwangi Dibongkar, 5 Pelaku Diringkus

77
Kapolresta Banhuwangi saat menunjukan Barang Bukti (BB)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Dalam operasi yang dilakukan sejak Bulan Agustus 2019. Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap sindikat pengedar narkoba dan obat terlarang, dalam hal ini Petugas berhasil mengamankan 5 orang pelaku beserta puluhan paket sabu siap edar dan puluhan ribu obat-obatan terlarang jenis Trilhexypenidyl.

Kapolresta Banyuwangi, AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, pengungkapan sindikat pengedar narkoba dan obat-obatan terlarang tersebut dimulai sejak tanggal 23 Agustus 2019 lalu. Saat itu polisi berhasil menangkap EA, seorang pengedar sabu-sabu asal Desa Tegal Arum, Kecamatan Sempu.

Dari penangkapan tersebut, polisi langsung melakukan pemetaan jaringan hingga akhirnya berhasil menangkap tersangka lainnya.

“Hingga saat ini sudah 6 kasus yang berhasil diungkap dengan 5 orang tersangka. Yakni tersangka DP, F, dan RD,” ujar Kapolresta, Rabu (11/12/2019) kemarin.

Selain menangkap tersangka, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti, diantaranya 61 paket sabu siap edar dengan berat 90,33 gram dan 42100 butir Trilhexypenidyl.

Baca Juga  Abdul Halim Terpilih Sebagai Ketua IKA UTM Periode 2022-2026

“Kita juga mengamankan barang bukti lainnya, yakni 6 unit Hp berbagai merk, uang tunai senilai Rp 2.700.000, serta tiga unit sepeda motor,” ucap Kapolresta.

Loading...

Sejauh ini, lanjut Kapolresta, pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap aktor intelektual dari peredaran barang yang dapat merusak generasi bangsa tersebut.

“Tentu kita berharap dukungan dan bantuan masyarakat untuk dapat mengungkap peredaran narkoba dan obat terlarang ini sampai ke akar-akarnya,” tambahnya.

Sementara itu, tersangka F mengaku sudah menjajakan barang haram tersebut sejak beberapa bulan yang lalu. Dia mengaku sudah memiliki costumer yang rutin memesan sabu-sabu kepadanya.

“Ada 6 sampai 10 orang yang sering pesan. Biasanya setengah gram hingga 1 gram. Setengah gram sabu-sabu saya jual 650 ribu,” jelasnya di hadapan Kapolresta dan awak media.

Baca Juga  Dinas PMD Bojonegoro Gelar Workshop Optimalisasi Aplikasi Siskeudes

Sementara untuk okerbaya jenis Trilhexypenidyl, dijualnya seharga Rp 800 ribu perkalengnya. “Saya jualnya kalengan. Satu kaleng isinya 1000 butir dengan harga Rp 800 ribu. Biasanya yang pesan maksimal 2 kaleng,” paparnya.

Atas perbuatannya, tersangka pengedar sabu-sabu akan dijerat Pasal 114 (1) SUB 112 (1) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman minimal 5 tahun kurungan penjara dan maksimal hukuman mati. Sedangkan untuk tersangka pengedar obat keras berbahaya akan dijerat pasal 196, 197 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (*)

Reporter: Rochman

 

Loading...
Artikulli paraprakMuseum Muhammadiyah Tempurejo Jujugan Warga Berwisata
Artikulli tjetërDua Sekawan Kompak, Diduga Hendak Pesta Ditangkap Polisi

Tinggalkan Balasan