Sindikat Curas Antar Kota Dibongkar, Tujuh Pelaku Diamankan

SURABAYA,(kabarjawatimur.com) Pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) berjumlah tujuh orang yang biasa beraksi di Jalan Umum Persawahan Desa Wonorejo, Kediri, ditangkap Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim. Mereka adalah SF, DH, EM, MD, PR, YAW dan UM. Aksi curas yang dilakukan ketujuh tersangka tersebut terjadi pada Minggu, 14 Agustus 2016.

Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Jatim, AKBP Eko Hengky mengatakan, ketujuh tersangka tersebut awalnya berpura-pura sebagai penyewa mobil disebuah rental.

“Empat orang pelaku minta diantar dari Tulungagung ke Kediri, kemudian setelah sampai di Kediri, korban atau sopir yang mengantar dijerat lehernya menggunakan tali oleh salah satu tersangka yang duduk pas dibelakang kursi sopir,” katanya, Kamis (08/09/2016).

Sementara Kasubdit III Jatanras, AKBP Taufik HZ, menjelaskan, setelah keempat pelaku berhasil menyekap korban (sopir) di Kediri, mereka membuangnya di daerah Nganjuk.

“Setelah membuang korban di Nganjuk dengan kondisi dilakban dan diikat, keempat pelaku melarikan diri kearah Rembang Jawa Tengah. Tidak hanya mobil, keempat tersangka juga membawa kabur dompet korban serta surat penting lainnya,” teranf Taufik.

Loading...

Dalam melancarkan aksinya, para pelaku kejahatan ini membidik kendaraan rental yang masih baru. Setelah dari Rembang, para tersangka kembali membawa mobil hasil kejahatannya ke Surabaya dengan menggunakan plat Nopol Provit putih atau baru. Jadi itu dilakukan untuk mengelabuhi petugas dan orang lainnya.

Beruntung dengan gerak cepat, petugas menggagalkan upaya pengiriman mobil hasil kejahatan tersebut di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju ke luar pulau. Jaringan kelompok ini selalu berbagi tugas, ada yang bertugas memetik dan ada bagian penadahnya.

” Modus pengiriman adalah dengan mencampur mobil dan countainer dengan barang lain, seperti ban atau roda juga semacamnya sehingga mobil tertutup,” tutup Taufik.

Akibat tindak pidana pencurian disertai kekerasan tersebut kini para tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP dan atau 55 KUHP Jo. 56 KUHP dan atau Pasal 480.

Dari hasil ungkap tersebut petugas mengamankan barang bukti berupa 1 lembar surat jalan, 1 lembar surat ijin, 1 lembar foto copy bukti pembayaran pajak, 1 unit mobil Toyota Avanza Veloz type F 54 V M/T, 1 lembar STCK, 1 pasang plat warna putih dengan nopol H 7153 XE, dan 7 unit Handphone.

Penulis : Ekoyono, Editor : Budi, Publisher : Gunawan

Loading...

Tinggalkan Balasan