Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo saat menyematkan pin kepada Satgas Bhabin Delivery SIM

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Menyikapi membludaknya antrian pemohon SIM (Surat Ijin Mengemudi) yang hendak menukarkan lembar spesimen (surat pengganti) SIM dengan kartu Smart SIM baru di kantor Satpas, Polres Gresik langsung merespon dengan membentuk Satgas Bhabin Delivery SIM, pada Kamis (10/10/2019).

Satgas ini beranggotakan para Bhabin dari seluruh jajaran Polsek. Mereka bertugas membagikan kartu SIM kepada pemohon yang telah memegang spesimen SIM akibat adanya keterlambatan material SIM selama 3 bulan belakangan ini. Mereka akan memberikan layanan kepada masyarakat dengan sistem ‘jemput bola’.

“Satgas Bhabin Delivery SIM ini kita bentuk untuk menjawab keluhan masyarakat atas panjangnya antrian di Satpas. Ini akibat adanya keterlambatan material SIM yang sudah numpuk sebanyak 15 ribu selama tiga bulan ini,” ujar Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, Kamis (10/10/2019).

Baca Juga  Kejar Target Kekebalan Komunal, DPD Golkar Surabaya Gelar Vaksinasi Tahap 2
Loading...

Terobosan layanan masyarakat ini, lanjut Kusworo, muncul dari hasil diskusi bersama Kasatlantas Polres Gresik AKP Wikha Ardilestanto. Bahkan terobosan ini bisa dibilang baru pertama kali di Jawa Timur maupun Indonesia. “Alhamdulillah meskipun beliau (Kasatlantas) mau pindah ke Polda, tapi beliau masih mencetuskan ide yang cukup cemerlang,” tutur Kusworo.

Untuk tahap awal hari ini, para Satgas Bhabin dari masing-masing Polsek akan dibekali 30 kartu SIM yang telah tercetak dan siap dibagikan. Dan tidak menutupkemungkinan, jumlah tersebut bisa bertambah menyesuaikan tenaga dan material yang ada. “Jadi mulai besok bagi pemohon SIM yang sudah memegang spesimen tidak perlu lagi datang ke kantor Satpas. Tapi cukup datang ke Polsek,” paparnya.

Baca Juga  Anniversary ke-1, Komunitas Vape Surabaya Komitmen 'Save Our Generation'

Ditambahkan, dengan keberadaan Satgas Bhabin Delivery SIM ini semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat. Nantinya para Satgas Bhabin bisa menginformasikan hal ini melalui pemberitahuan tertulis atau via media sosial. “Seandainya keberadaan Satgas ini masih dibutuhkan, maka bisa dijadikan program berkelanjutan,” imbuhnya. (*)

Reporter: Azharil Farich

Loading...
Berita sebelumyaABG Asal Madura Miliki Ribuan Pil Koplo, Hendak Diedarkan di Surabaya
Berita berikutnyaDitinggal Cuci Piring HP OPPO A7 Raib, Pengambilnya Dihajar Warga

Tinggalkan Balasan