Pansus Covid-19 saat sidak di SDN Kramatsukoharjo 03.
Pansus Covid-19 saat sidak di SDN Kramatsukoharjo 03.

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Pansus Covid-19 DPRD Jember melakukan inspeksi mendadak atau sidak di SDN Kramatsukoarjo 03, Desa Kramatsukoharjo, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jumat (12/3/2021). Sidak dilakukan pasca robohnya menara tandon air di lokasi tersebut.

Dalam sidak tersebut Pansus menemukan fakta menara tandon telah diperbaiki oleh pihak rekanan proyek dari CV Jaya Karya. Namun ternyata setelah dilihat Ketua Pansus David Handoko Seto dan Alfian Andri Wijaya anggota Pansus, material besi menara tandon dinilai tidak sesuai spesifikasi.

Tidak hanya itu pengerjaannya pun terkesan asal-asalan. Pengelasannya seolah hanya ala kadarnya. Inilah yang diduga menjadi penyebab ambruknya menara.

Kondisi ini kemudian membuat David memerintahkan PPK Harifin yang datang di lokasi untuk mengganti menara dengan bahan dan konstruksi yang lebih baik.

Baca Juga  Turnamen Golf Junior-Amatir Perebutkan Piala Gubernur Digelar pada 7-9 Oktober

”Sepertinya pengerjaannya ini asal-asalan. Tidak sesuai spek, besinya banyak sambungan, kemudian juga kualitasnya diragukan,” kata David.

”Dan kami memita pihak ketiga untuk membongkar ini diganti dengan yang baru,” sambungnya.

Loading...

David beralasan kualitas bahan yang saat ini terpasang dapat membahayakan karena rawan roboh lagi dan mengancam keselamatan siswa.

”Khawatir kalau siswanya masuk di luar tanggung jawab rekanan justru akan membahayakan murid atau siswa,” katanya.

David juga mengkritisi banyaknya wastafel yang terpasang. Pasalnya terkesan memaksakan pengeluaran anggaran dan mengganggu keindahan lokasi sekolah.

“Di depan kelas-kelas kayak ada pager (wastafel) seperti ini, artinya yang akan datang harus dikaji kembali,” tegasnya.

Sementara itu pihak kepala sekolah mengaku selama ini tidak pernah dilibatkan dalam proses pengadaan wastafel yang menggunakan anggaran penanggulangan Covid-19 tahun 2020.

Baca Juga  Keluarga Sholeh Dapat Pinjaman Rumah dan Bantuan Sosial

”Sekolah tidak ngerti pak tiba-tiba sudah ada,” kata Kepala Sekolah Nunuk Ismiyati.

”Kalau wastafel ini 2020. Diserahkannya sekitar (bulan) Januari,” imbuhnya.

Senada dengan David, Nunuk juga menyayangkan pemasangan wastafel yang terlalu banyak sehingga mengganggu pemandangan di lokasi sekolah.

“Terkesan terlalu banyak malah tidak bagus.Kelihatannya kayak wastafel semua di depan,” jelasnya. (*).

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaBerharap JIIPE Segera Buka Lapangan Kerja, Bupati Gresik Temui Menko Airlangga
Berita berikutnyaToko Perhiasan di Banyuwangi Dijarah, 3,7 Kilogram Emas Amblas

Tinggalkan Balasan