JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Jajaran Forkopimda Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak) di eks Lokalisasi Dusun Krajan 2 Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Minggu (04/07/2021) malam.

Selain untuk memantau pelaksanaan PPKM Darurat, sidak dilakukan menindaklanjuti laporan masyarakat yang menduga ada aktivitas prostitusi terselubung di eks lokalisasi tersebut.

Namun, saat para pejabat tiba di lokasi tidak ditemukan adanya praktek prostitusi beroperasi lagi. Semua wisma yang ada di lokasi tutup, lampunya juga padam.

Sidak dipimpin langsung Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wabup MB Firjaun Barlaman yang didampingi Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin, Dandim 0824 Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin, serta para petinggi instansi lainnya.

Kegiatan sidak ini juga diback up langsung Dua Regu Tim Alap – Alap Polres Jember yang dipimpin Kasat Sabhara AKP. Eko Basuki, dan Jajaran Kepolisian Sektor Puger.

Baca Juga  Dirjen HAM Tepis Peduli HAM Beban Pekerjaan Tambahan

Ps. Kasiehumas Polres Jember Iptu. Brisan Imman mengatakan kegiatan sidak Forkopimda Jember dalam rangka menindaklanjuti adanya informasi masyarakat.

Meski hasil penelusuran semalam aktivitas prostitusi di tempat itu tidak beraktivitas lagi. Pihaknya mengingatkan, jangan ada lagi yang punya niatan mencoba-coba untuk membuka lagi praktek prostitusi terselubung.

Loading...

“Kami malam ini Sedang inspeksi mendadak untuk penegakan PPKM Darurat bersama Pak Dandim dan Pak Kapolres, di tempat lokalisasi Besini karena memang di tempat-tempat hiburan seperti ini, memang terkenal seperti itu dan memang harus mengikuti PPKM darurat,” ujar Bupati.

“Ternyata, saat kita datang di sini sudah gelap gulita, malah nampak seperti tidak ada kehidupan malah di sini,” tambahnya.

Namun Hendy menegaskan dirinya akan kembali melakukan sidak ke tempat tersebut untuk memastikan ada tidaknya aktifitas pelanggaran prokes maupun Perda dan SK bupati terkait penutupan lokalisasi.

Baca Juga  Polisi Jember Tangkap 'Malin Kundang', Eh Maling Kutang

Sebelumnya Bupati Hendy mendapat informasi dari Plt. Camat Puger yang melakukan sidak, selama sepekan ini masih ada aktifitas dari warga penghuni.

”Nanti kami akan sidak lagi, dengan koordinasi Pak Camat. Sebab, Pak Camat sampaikan 1 minggu yang lalu, selama seminggu beliau berkeliling dan di hari ke 6, ternyata ada tanda-tanda kehidupan yang memang terkenal tempat esek esek,” ungkapnya.

Karenanya, Bupati Hendy mengatakan jika nanti ditemukan aktifitas, pihaknya akan melakukan pembinaan dan mencari solusi agar warga dan PSK tidak kembali menjalankan bisnis ilegal mereka.

“Ya tentunya, kita harus ada langkah pembinaan untuk solusi bagi saudara-saudara kita yang lain, tapi yang penting dari itu malam hari ini adalah kita akan menegakkan disiplin kaitan dengan penegakan instruksi dari menteri dalam negeri dan kaitan dengan Darurat PPKM Covid 19,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaAntigen Atau Sertifikat Vaksin Syarat Masuk Surabaya
Berita berikutnyaAsik Minum Kopi di Warkop, Pria di Surabaya Kaget Didatangi Petugas

Tinggalkan Balasan