Siap Edar di Makassar, BBPOM Gagalkan Skincare Ilegal Asal Luar Negeri

91
Petugas ketika prees rilis skincare ilegal

MAKASSAR, (Kabarjawatimur.com) – Petugas BBPOM Makassar bersama KPP Bea Cukai Kota Makassar kembali menggagalkan ribuan obat dan makanan tanpa Izin edar asal luar Negeri.

Produk obat dan makanan ini berhasil digagalkan saat dikirim melalui Kantor Pos dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel.

“Pengungkapan ini atas kerjasama Bea Cukai, barang-barang yang dicurigai masuk ke wilayah Sulsel ini berasal dari Thailand, Singapura, Arab Saudi, Malaysia. Kosmetik ‘Kelly’ dari Thailand kalau Skincare ini dari Malaysia,” ungkap Kepala BBPOM Sulsel, Abdul Rahim, saat di Kantor BBPOM Makassar, Jl. Baji Minasa, Kota Makassar, Jumat (22/11/2019).

Abdul Rahim menerangkan, pengungkapan yang dilakukan sejak bulan Oktober lalu hingga November 2019 diketahui masuk melalui Kantor Pos dengan paket kiriman via kargo.

Di mana kargo berisi Obat TIE sebanyak 6.183 butir berupa kapsul itu tanpa disertai dengan identitas dan memiliki kode P-15 dan P-30.

Badan POM RI pun telah melakukan pembatalan izin edar dan penarikan seluruh obat jadi yang mengandung Sibutramine sejak 14 Oktober 2010 lalu.

Baca Juga  Sosialisasi Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan, Bersama Dokter Anak dan Kominfo Bojonegoro

Hal itu dikarenakan aspek keamanan kandungan tersebut menyebabkan peningkatan resiko kejadian Kadiovaskular pada pasien dengan riwayat penyakit Kardiovaskular.

“Produk ini dikirim melalui via kargo sebanyak 3 kali. Dan obat TIE ini telah dilakukan pengujian di Laboratorium BBPOM di Makassar dengan hasil positif (+) mengandung Sibutramin. Artinya, dapat membuat orang tidak bernafsu makan,” terangnya.

Loading...

Sementara, kata Rahim, ribuan produk ilegal yang masuk melalui Bandara Sultan Hasanuddin yang berhasil digagalkan merupakan berupa Suplemen Kesehatan TIE, Pangan TIE, dan Kosmetik TIE.

Untuk Kosmetik TIE sendiri, dianataranya terdiri dari Kelly Cream, Nur Skin Care Cream, Nur Skin Care Sabun dan Queen Handbody Lotion.

“Jadi total barang temuam kita ini di empat produk ini mencapai 9 item atau 13.780 Pcs dengan ditaksir harga mencapai Rp548.780.000,” tambahnya.

Baca Juga  Kolaborasi Apik Binda, Dinkes dan PC Muslimat NU Jember Gelar Vaksinasi Berhadiah Migor

Untuk itu, Rahim berharap, masyarakat agar harus lebih berhati-hati dalam memilih barang kosmetik atau produk lainnya.

Terlebih BBPOM Makassar telah mengeluarkan nomor ijin edar, untuk kosmetik dengan notifikasi tersendiri. Itu menandakan jika obat ilegal ini mencantumkan kode yang sudah tidak berlaku atau palsu.

“Masyarakat bisa cek kodenya di Website-nya badan POM atau di aplikasi Chek The POM. Dan ini kemungkinan besar akan dipasarkan di Wilayah Sulawesi Selatan,” katanya.

Diketahui, dalam pengungkapan ini, petugas mengaku telah mengamankan 10 orang pemilik dari obat ilegal ini.

Mereka akan dijerat dengan undang-undang kesehatan dan kasus ini terus akan dikembangkan.

“Tentunya yang bertanggung jawab ini adalah pemiliknya, kita akan lakukan pendalaman apakah ada unsur kesengajaan atau bagaimana. Terkait Pangan kita akan kenakan UU Pangan yang memang jadi kewenangan kita BBPOM,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ramlan

Loading...
Artikulli paraprakTiga Pencuri Sepeda Angin “Uangnya Buat Jajan dan Beli Sabu Pak”
Artikulli tjetërDua UPT Jajaran Kemenkumham Jatim Raih Penghargaan Penyerapan Anggaran Terbaik

Tinggalkan Balasan