Sholat Idul Fitri di Masjid, Lebaran Tahun ini Ditiadakan

868
Pangdam V dan Kapolda Jatim di gedung Negara Grahadi Surabaya

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) –
Setelah sebelumnya ada wacana jika Sholat idul fitri boleh dilakukan di masjid dengan tetap melakukan protokol kesehatan, kini dilarang.

Itu diketahui setelah Gubernur Jawa Timur Dra. Khofifah Indar Parawansa bersama unsur Forkopimda Jatim melaksanakan rapat via zoom bersama Menko Polhukam Prof. Machfud MD, Senin (18/05/2020).

Rapat yang juga dihadiri oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Muhamad Fadhil Imran, membahas percepatan penanganan Covid-19 dan pengamanan menghadapi rangkaian giat masyarakat dalam Lebaran atau Idul Fitri.

Lebih lanjut disampaikan oleh Menko Polhukam bahwa pelaksanaan sholat Idul Fitri dan Mudik Lebaran yang pada hasil kesimpulannya bahwa giat keagamaan yang berpotensi berkumpulnya massa secara masif tidak diperbolehkan.

Baca Juga  Pembina Koperasi Terbaik se- Jatim, Gubernur Serahkan Penghargaan kepada Bupati Lamongan

“Hal itu ditinjau dari Permenkes RI dan Perpres RI bahwa Sholat Idul Fitri agar dilaksanakan dirumah saja,” kata Machfud MD.

Oleh karena itu TNI Polri dan Muspida agar menggandeng para ulama dan tokoh masyarakat untuk melakukan himbauan secara masif kepada masyarakat.

Loading...

Apabila nanti ada yang memaksa untuk melaksanakan sholat, dengan terpaksa supaya dihimbau untuk memperhatikan protokol kesehatan dan protokol pencegahaan Covid-19 secara ketat kepada para jamaah.

Selanjutnya arahan dilanjutkan oleh Mendagri Prof. Tito Karnavian terkait sholat idul fitri dilarang, karena sifatnya massal, seperti apa yang disampaikan oleh Menko Polhukam.

Karena itu, para Kepala Daerah mengeluarkan Surat edaran untuk disosialisasikan kepada masyarakat. Mengingat saat ini masih adanya pandemi Covid-19 yang sifatnya global.

Baca Juga  Bertengkar, Suami Siri Tega Bunuh Istri lalu Rampas HP dan ATM Korban

Selanjutnya Menteri Agama menjelaskan terkait sholat idul fitri dan kementrian agama seminggu yang lalu sudah menghimbau yang isinya “Mari melaksanakan sholat idul fitri dirumah bersama keluarga”.

Sementara Kapolri Jendral Idham Aziz juga mendukung bahwa sependapat dengan Menteri Agama terkait kebijakan dengan pemerintah pusat yaitu agar pemerintah daerah menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menghimbau secara masif.

Polri bersama TNI melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa hingga saat ini sudah melakukan himbauan kepada masyarakat sampai tingkat desa.(*)

Reporter : Eko

Loading...
Artikulli paraprakDPC PDIP Jember dan Djoko Susanto Jamu Wong Cilik Buka Puasa
Artikulli tjetërPulang Tarawih Berpacaran Kepergok Warga, Bunga Malah Diperkosa Pak Haji

1 KOMENTAR

  1. Tidak ada kejelasan
    Klo d larang tapi knpa edran pertama d perbolehkan Dan Sekarang tidak di ijin kan yang pasti aja klo buat Edaran d masyarakat Biar dapat d Percaya

    Penguasa bukan pejabat negri INI tpi Penguasa sesungguh adalah rakyat masyarakat indoneaia bukan

Tinggalkan Balasan