Setelah Ditembak Bagian Kaki, Tiga Pria ini Terancam Hukuman Mati

7030
Kapolrestabes Surabaya didampingi Kasat Narkoba saat gelar ungkap kasus

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Setelah menembak mati penyuplai sabu jaringan Internasional beberapa waktu lalu, kasus peredaran jaringan ini terus dikembangkan oleh Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

Tersangka yang ditembak mati oleh Unit 1 Polrestabes Surabaya diketahui bernama Fajar Riski (28) yang tinggal disalah satu Apartemen di Surabaya.

Selain memenbak mati, petugas juga melakukan tindakan tegas terhadap tiga pelaku lainnya yakni dengan menembak kaki di masing-masing pelaku.

Ketiga pelaku ini diamankan pada, Kamis, 10 September 2020 sekitar pukul 01.00 WIB, di Apartemen Gunawangsa Manyar Tower A Surabaya.

Tiga pelaku yang ditembak pada kaki yakni, Dody Sanjaya, Budiyanto dan Andi Sumarlan. Ketiganya warga Surabaya dan tercatat sebagai pengedar sabu jaringan Lapas juga Internasional.

Baca Juga  Jual Dua Unit HP, Pria ini Malah Ditangkap Polisi

“Dari semua Tersangka, Polisi Satresnarkotika mengamankan total barang bukti sabu-sabu seberat 28,7 kilogram,” sebut Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Eddison Isir, Senin (14/9/2020).

Loading...

Pengungkapan Narkoba jaringan Lapas ini berawal informasi yang didapatkan dari hasil kegiatan di Semarang, anggota Satresnarkoba Polresabes Surabaya kemudian kembali ke kota Surabaya dan melanjutkan kegiatan penyelidikan.

Dari ketiga pelaku ini ikut diamanakan 22 bungkus piastik berisi narkotika jenis sabu seberat 23,791 Kg dan 14.700 butir Pil Ekstasi dan barang bukti lainnya.

Sebelumnya, dari introgasi ke pelaku Fajar mengaku masih menyimpan sabu. Hingga pada Sabtu, 09 September 2020 sekitar pukul 18.00 WIB di sebuah rumah di Jalan Wonorejo Timur Surabaya, digeledah.

Baca Juga  Asyik Nongkrong, Ratusan Pemuda-Pemudi Terjaring Langsung Rapid Test

Pada saat itu tersangka Fajar Rizky dibawa masuk ke dalam rumah oleh seorang petugas dan Iangsung menuju sebuah kamar.

Di dalam kamar tersebut tersangka mengambil sebuah tas ransel wama hitam dari dalam lemari, namun tanpa diduga ternyata dia mengeluarkan sebilah pedang yang dihunuskan ke arah petugas.

“Tindakan yang dilakukan pelaku sangat membahayakan serta mengancam nyawa petugas sehingga ditindak tegas terukur,” tambah Isir.

Pelaku sempat mendapatkan pertolongan dengan dibawa ke rumah sakit, namun dalam perjalanan nyawanya tak tertolong.(*)

Reporter : Eko

Loading...

Tinggalkan Balasan