Setelah Angklung Berikutnya Rekor Kentongan Patrol

1

JEMBER,(kabarjawatimur.com) – Setelah nemecahkan rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) dan rekor dunia bermain angklung, berikutnya akan ada rekor baru bermain alat musik tradisional lokal.

Menurut Bupati Jember Hendy Siswanto, dengan keberhasilan pemecahan rekor tersebut. Dinilai pentingnya mengangkat potensi kearifan lokal.

“Nah even ini tentunya packagingnya istimewa, rekor muri antara anak, orangtua, dan guru dengan jumlah yang banyak (3600 peserta). Ini menjadi momentum yang positif dan memberikan kesan yang baik yang nanti menjadi sejarah,” sambungnya.

Selain itu, lanjutnya, terkait pemilihan alat musik tradisional angklung. Kata Hendy, juga upaya yang baik bagaimana kemanfaatan dari mengangkat kearifan lokal.

“Bagaimana tentang local wisdom, tentunya ini kan kearifan lokal yang positif. Bahwa kita bersinergi melestarikan musik tradisional yang ada di negeri ini. Apalagi alat musik angklung,” katanya.

Loading...
Baca Juga  Writing an Essay - The Essay Writing Guide

“Apalagi di Jember ini, kita punya (daerah) karang pring. Ada banyak bambu yang memang bisa untuk ekonomi (membuat angklung). Kemudian, di Jember juga kita juga punya (musik) kentongan patrol. Tentunya patrol juga bisa digunakan bersama-sama dan dikolaborasikan dengan teman-teman di jember untuk bisa meraih rekor MURI yang sama. Karena ini perlu. Antara musik patrol ini juga perlu dilestarikan,” sambungnya menjelaskan.

Terkait dukungan dari alat musik tradisional, lebih lanjut Hendy juga menyampaikan, nantinya Pemkab Jember akan berkomitmen untuk mengenalkan lebih intens.

“Nantinya setiap even-even kami, Pemkab jember maupun stakeholder yang lain akan selalu menampilkan musik tradisional seperti patrol. Tentunya ini nanti jadi bagian mempertahankan kearifan lokal,” tandasnya. (*)

Baca Juga  Jember Fishing Tourist Gali Potensi Wisata Kelautan

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakRazia di Toko Kelontong, Satpol PP dan Bea Cukai Temukan 17.200 Batang Rokok Ilegal

Tinggalkan Balasan