Sertifikat Digandakan Grand City, Ahli Waris Demo BPN II Surabaya

64

SURABAYA (kabarjawatimur.com) Merasa tidak mendapatkan hak dan keadilan Hj. Nuraini warga Jl. Gubeng Pojok, Kecamatan Gubeng, Surabaya, beserta kuasa hukum mendatangi Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Surabaya II Selasa (03/09/16) kemarin.

Pengaduan tentang sengketa tanah yang dialami Hj. Nuraini terkait tanah milik orang tuanya yang berada di Jl. Gubeng Pojok dengan pihak mall Grand City sementara belum ada tindak tegas dan kejelasan, sehingga pihak keluarga Nuraini beserta staf kelurahan dan kuasa hukum mendatangi kantor BPN Surabaya.

Aksi demo yang dilakukan oleh Hj. Nurani Kali ini dengan cara memecahkan kendi dan membawa sapu lidi. Kemarahan Nuraini terluapkan dengan berteriak di hadapan para pengunjung yang berada diKantor BPN.

Ahli waris marah kepada pihak BPN II Surabaya terkait pengandaan sertifikat tanahnya yang ganda
Ahli waris marah kepada pihak BPN II Surabaya terkait pengandaan sertifikat tanahnya yang ganda

“Hati-hati jika mengurus sertifikat, dikantor ini banyak mafia nya, banyak sertifikat ganda dan palsu buktinya surat tanah orang tua saya tiba-tiba beralih nama orang lain,” teriak Nuraini di kantor BPN Surabaya.

Laporan terkait pengandaan surat sertifikat tanah milik almarhum orang tua Nuraini telah dilaporkan ke Ombudsman dan Kepolisian. Hingga saat ini tidak ada tindak lanjutnya.

Loading...
Baca Juga  Mahasiswa Minta Kejari Tanjung Perak Sosialisasikan Rumah RJ ke Sekolah dan Universitas

Laporan yang disampaikan ke Polrestabes Surabaya yang waktu itu masih Polwiltabes Surabaya belum terlihat jelas dan seolah-olah di petieskan.

“Kasus ini sudah saya laporkan ke Polwiltabes lebih kurangnya 4 tahun yang lalu namun belum ada hasil, kerap saya tanyakan ke penyidik unit Harda Satreskim Polrestabes Surabaya dan mereka menjawab akan menindak lanjuti, ” Ungkapnya dengan mata berkaca kaca.

Pihak ahli waris mengecam tidak akan menyerah dan terus mendatangi kantor BPN Surabaya, untuk mempertanyakan tentang pengandaan surat yang timbul 2 surat sertifikat dengan nama baru pemilik orang keturunan India.

”Kembalikan HAK SAYA !!! Bukti kepemilikan atas nama orang tua saya sejak lama, dan tanah itu tidak sama sekali dijual atau kami pindah tangankan. bukti kepemilikan Eigendom Verponding 6341, ” Ucapnya.

Aksi protes dan pengecaman yang dilakukan Nuraini, tentang lahan milik ahli waris Hj. Nuraini dengan PT. HWG (Grand City),pihak BPN II Surabaya kebakaran jenggot dan tidak bisa berbuat banyak.
Sehingga pihak BPN mengijinkan untuk bermusyawarah dengan Naizum selaku kepala BPN II Surabaya.

Baca Juga  Bupati Bojonegoro Bersama DPRD Bahas Raperda Dana Abadi Pendidikan Berkelanjutan

Saat dikonfirmasi Kepala BPN Surabaya II, pihaknya akan mempertemukan ahli waris dengan pihak Grand City.

Sebelumnya upaya untuk mempertemukan sudah dilakukan, namun Naizum mengakui bahwa pihaknya sudah pernah mengirim undangan ke pihak Grand City tentang mediasi, ternyata tidak datang.

Disinggung terkait sertifikat ganda, Naizum mengatakan,”akan kita panggil kedua belah pihak bersama sama pihak kepolisian, semua akan dibuktikan saat para pihak sudah berkumpul dan akan bentuk team termasuk dari pihak kepolisian” tambah Naizum.

Perlu diketahui, pergantian kepemilikan lahan tersebut, Hj. Nuraini belum menerima sepeserpun uang ganti rugi dari pihak Grand City.

Dan kasus pengadaan identitas sertifikat tanah dan pencaplokan tanah seluas 44.000 meter persegi dengan nomor Surat: 671.672.673.471 yang dilakukan Grand City, pihak kepolisian belum bisa berbuat banyak dan jalan di tempat.

Reporter: Rusdi
Editor. : Budi
Punisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakMau Mancing Temukan Mayat
Artikulli tjetërKualitas PRT Harus Ditingkatkan

Tinggalkan Balasan