Sentuh Kabel Listrik Tegangan Tinggi, Tukang Bangunan di Jember Tewas

74
Foto: Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Sentuh kabel listrik tegangan tinggi saat memperbaiki atap Gudang SDN 01 Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi. Hudi (40) warga Jalan Gurami, Dusun Krajan, Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Jember, Jawa Timur, tewas.

Pria yang bekerja sebagai tukang bangunan itu mengalami kecelakaan kerja, akibat tersengat aliran listrik saat memindah rangka baja ringan yang menyentuh kabel listrik tegangan tinggi.

Usai tersengat listrik, korban jatuh dan mengalami luka di kepala. Korban sempat dilarikan ke RSD Soebandi namun meninggal saat menjalani perawatan.

Peristiwa tersebut dibenarkan Kapolsek Sukorambi, AKP Ribut Budiyono.

“Kejadiannya itu sekitar Pukul 10.30 WIB, siang tadi,” kata Kapolsek Sukorambi AKP Ribut Budiyono saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Rabu (7/8/2019).

Baca Juga  Empat Desa di Kecamatan Soko Tuban Akan Ikuti Pilkades Serentak 2022

“Mau memperbaiki galvalum ruangan yang sebelumnya tempat tinggal penjaga sekolah. Untuk nantinya menjadi gudang penyimpanan alat-alat milik sekolah,” sambungnya.

Diketahui korban tersengat listrik, dari luka bakar yang dialami korban di bagian perut.

Loading...

“Jadi saat memindah batang-batang baja ringan itu, ditumpangkan di kabel listrik PLN. Karena tergesek-gesek kesetrum. Kemudian korban jatuh dan luka di bagian kepala. Tapi itu dugaan kronologis, karena saksi teman kerja korban, melihat ada luka bakar di perut dan luka cukup parah di kepala,” terangnya.

Selanjutnya korban langsung dilarikan ke rumah sakit.

“Saat dibawa ke rumah sakit kondisi masih sadar dan hidup. Tapi dari kepala ada darah. Kemudian mendapat perawatan, dan meninggal di rumah sakit,” jelasnya.

Baca Juga  Bupati Anna Sambut Sandiaga Uno dengan Kuliner Khas Bojonegoro

Namun keluarga korban menolak untuk diotopsi.

“Ada surat pernyataan tertulis yang ditanda tangani pihak keluarga untuk tidak dilakukan otopsi. Dari pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan kecelakaan kerja. Pihak keluarga juga menyampaikan, jika korban memiliki riwayat stroke,” katanya.

Sementara itu, Kepala SDN 01 Dukuh Mencek Susetyo Handayani, membenarkan kejadian yang terjadi di sekolahnya itu.

“Benar tadi memang ada musibah itu. Dialami tukang bangunan yang bekerja. Tapi selanjutnya sudah kami sampaikan ke Kepala Desa dan Kapolsek. Pihak sana yang langsung menangani,” katanya singkat.

Reporter: Rio
Editor: Rizky

Loading...
Artikulli paraprakPria Tampan Dibui, Pakai dan Edarkan Serbuk Haram
Artikulli tjetërBBKSDA Gagalkan Pengiriman 517 Kulit Biawak Via Bandara International Banyuwangi 

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan