Petugas saat akan mencairkan Progaram BPNT di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. (istimewa)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Bagi para agen Bank BTN menyalai aturan yang digunakanan untuk mencairkan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Banyuwangi terancam akan ditarik kembali.

“Jika terdapat bukti atas EDC yg dipinjam-pinjamkan tersebut pasti akan ada sanksi dari Bank BTN. Sanksinya mulai dari peringatan lisan, tertulis sampai dengan penarikan mesin EDC,” kata Ruben Kristian, petugas Bank BTN Banyuwangi, Kamis (19/11/2020).

Hal tersebut diungkapkan oleh Ruben lantaran adanya masalah terkait pencairan BPNT di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

Seperti diketahui, semua agen BPNT di Bumi Blambangan mempunyai sebuah mesin EDC yang sebelumnya sudah diajukan kepada Bank BTN. Mesin EDC adalah alat transaksi pencairan bantuan bahan pangan BPNT.

Diceritakan, di Desa Bayu sebelumnya sudah memiliki agen resmi BTN Toko Sri bayu, Namun untuk penyaluran BPNT bulan November 2020 kali ini tidak lagi menyalurkannya, terlebih KPM yang ada di wilayah setempat menyalurkan melalui BUMDes setempat. Terlebih, dari 993 KPM di Desa Bayu, pencairan melalui agen resmi cuma 73 saja.

Baca Juga  Marak Arogansi Oknum Pegawai Koperasi, FRB Buka Posko Layanan Pengaduan

“Sesuai Pedum Bansos, BUMDes tidak diperbolehkan. Lebih lengkapnya besok akan dibahas pada saat rapat koordinasi,” ucap Ruben

Loading...

Bahkan informasi yang beredar, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) setempat diduga mengarahkan para KPM melalui ketua kelompok supaya mencairkan di BUMDes.

Sementara itu, Pendamping PKH Desa Bayu, Hasan mengaku sama sekali tidak mengarahkan KPM pencairan Program dari Kementrian Sosial (Kemensos) ini dicairkan melalui BUMDes Desa Bayu.

“Saya tidak mengarahkan KPM ambil di BUMDes, ketika ada KPM yang tanyak pak BPNT ambil dimana silahkan mau ambil dimana saja bisa, yang penting ada agen BTN,” ujar Hasan.

Sayangnya, disinggung soal kepada siapa Program BPNT itu dicairkan, Hasan tidak bisa menyebutkan nama agen yang digunakan. Bahkan, Hasan juga menegaskan bahwa mesin EDC yang dibuat mencairkan BPNT melalui BUMDes itu belum memiliki mesin EDC juga.

Baca Juga  Percepatan Herd Immunity: Serbuan Vaksinasi Maritim Sasar 17.000 Warga Banyuwangi

“Setahu saya belum (tidak punya EDC, red). Kayaknya mereka masih pinjem,” paparnya.

Hasan juga sudah mengetahui bahwa di Desa Bayu, Songgon sudah ada yang menjadi agen BPNT. Tetapi hanya di daerah utara wilayah Desa Bayu.

“Jadi sudah ada agen didaerah Bayurejo yang lokasinya daerah selatan, yang belum ada didaerah utara sehinga Bumdes yang dulu memang tetap menyalurkan,” pungkasnya.

BPNT adalah bantuan sosial pangan yang disalurkan secara nontunai setiap bulan kepada KPM. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Berita sebelumyaPolisi Semampir Gelapkan Motor, Benarkah?, Kapolsek: Hanya Miskomunikasi
Berita berikutnyaTren Positif Covid-19 di Jember Naik

Tinggalkan Balasan