Tabung oksigen

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Dugaan adanya isi tabung oksigen yang diduga palsu kini bertambah. Sebelumnya, Dirkrimsus membongkar praktek tabung oksigen yang peruntukannya bukan untuk pasien Covid-19, melainkan untuk ikan hidup (Koi) di Tulungagung, Jawa Timur.

Beredar pula tabung yang diduga palsu dan pengisiannya berada di wilayah Pacitan, hingga kini Polisi masih melakukan penyelidikan.

Adanya temuan dugaan pengisian tabung palsu di Pacitan diungkapkan oleh Kombes Pol Farman, Dirreskrimsus Polda Jawa Timur. “Ya, ada dugaan pengisian tabung palsu diwilayah Pacitan dan bisa saja bertambah didaerah lain, saat ini masih terus dikembangkan,” katanya, Jumat (23/7/2021).

Kombes Pol Farman menambahkan, Polda Jatim saat ini sedang menyelidiki apakah ada kemungkinan tabung oksigen lainnya yang diisi di Pacitan yang digunakan untuk pasien covid. “Saat ini anggota Ditkrimsus sedang melakukan penyelidikan mendalam,” imbuh Farman.

Sebelumnya, Polisi Polda Jatim menemukan praktek tabung oksigen palsu yang peruntukannya bukan untuk pasien Covid-19. Melainkan untuk ikan hidup (Koi), di Tulungagung.

Menurut Kombes Pol Farman, Dirreskrimsus Polda Jawa Timur, menyebutkan, bahwa beredarnya berita terkait dengan dugaan tabung oksigen di wilayah Tulungagung, bukan bagi pasien Covid-19, melainkan tabung oksigen itu diperuntukkan untuk ikan hidup.

“Itu tidak benar, tabung oksigen itu digunakan untuk ikan hidup atau ikan koi, dan perkara ini sudah ditangani Satgas Gakkum aman nusa Polres Tulungagung dan di back up Satgas Gakkum aman nusa II Polda Jatim,” jelas Kombes Pol Farman, Dirreskrimsus Polda Jatim, Kamis (22/7/2021) sore.

Baca Juga  Surabaya Masuk Zona Kuning Menuju Zona Hijau, Kapolrestabes: Kerja Keras Seluruh Elemen

Sebelumnya berita ini beredar berawal dari kelompok penjual ikan Koi. Atas nama, Azizul Adam, Aris Navianto, Supriono dan Imam Mualifin. Yang kesehariannya 4 (empat) orang ini sebagai penjual ikan koi.

“Saat melayani penjualan ikan koi dalam kemasan plastik, yang mana tentunya mengemas ikan koi dalam plastik membutuhkan oksigen,” katanya.

Loading...

“Selama ini mereka ber empat mendapatkan oksigen dari membeli di agen resmi yang berada di Kelurahan Tamanan dan di Desa Pulosari. Kemudian pada hari Senin tanggal 19 Juli 2021, sekira pukul 11.00 WIB. Kelompok ini kehabisan oksigen,” tambahnya.

Sementara itu, saat mereka sadar bahwa stok oksigennya habis, saudara Imam Mualifin, berinisiatif menghubungi Muhammad Rifai, untuk menanyakan apakah masih mempunyai stok oksigen. Karena Muhammad Rifai, juga sebagai pembudidaya bibit ikan gurami.

“Selanjutnya Muhamad Rifai, mengatakan, kalau masih mempunyai stok oksigen sebanyak satu tabung ukuran enam meter kubik, yang kemudian Imam Mualifi, pinjam (meminta) dengan cara membawa tabung kosong ukuran satu meter kubik ke rumah Muhammad Rifai, untuk di isikan,” lanjutnya.

Baca Juga  Pemkab Gresik Hadiahi Ambulans Pasca Meninggalnya Warga Binaan

Setelah mendapatkan oksigen Imam Mualifin, pulang dengan membawa oksigen tersebut serta memberitahukan ke tiga orang temannya yang satu kelompok tadi.

Sedangkan Muhammad Rifai, pada hari Sabtu 17 juli 2021, sekira pukul 16.00 WIB, mendapatkan oksigen dari Daroini, dengan datang ke rumah Muhammad Rifai, yang masih tetangga.

“Tujuannya untuk meminjam tabung oksigen yang kosong sebanyak tiga tabung kosong ukuran enam meter kubik yang akan digunakan untuk membantu santri sakit yang ada di pondok Termas Pacitan,” ucapnya.

Sedangkan Muhammad Rifai, mengijinkan tabung kosongnya dipinjam dengan catatan satu tabung untuk diisikan guna keperluan dirinya sendiri, selanjutnya pada pukul 20.00 WIB, Daroini, menyuruh Ratno, untuk mengambil tiga tabung kosong di rumah Muhammad Rifai.

Selanjutnya ke tiga tabung kosong dibawa ke Pondok Pesantren Termas yang berada di Desa Termas, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, bersama anak kandung Daorini, bernama Hakim.

“Setelah sampai Pondok Pesantren Termas, Ratno menyerahkan ke tiga tabung oksigen tersebut kepada pengurus pondok yang bernama Safi’k, yang selanjutnya Safi’k, menyuruh Ratno menunggu di Pondok karena Safi’k, pergi ke kantor BPPD Kabupaten Pacitan untuk mengambil satu tabung yang sudah berisi oksigen,” pungkasnya.(*)

Reporter : Eko

Loading...
Berita sebelumyaWarga Desa di Jember Anggap Terjangkit Covid-19 Sebagai Aib
Berita berikutnyaPlt Kabiro Umum Sekretaris Jenderal Kemenkumham Lucky Agung Binarto Ingatkan agar Bakti Sosial Tepat Sasaran

Tinggalkan Balasan