Selain Jajaran, Polda Jatim Juga Musnahkan Ribuan Narkoba dan Miras

35
Pemusnahan barang bukti miras dan narkotika di Polda Jatim.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)- Jelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru), Polda Jatim dan BNN melakukan pemusnahkan barang bukti Narkoba dan Minuman Keras (Miras) di depan parkir PJR Mapolda Jawa Timur, Kamis (23/12/2021) siang.

Pemusnahan ini sebagai realisasi tugas Polri dalam pengungkapan kasus narkoba serta jelang perayaan natal dan tahun baru yang aman dan kondusif.

Ribuan miras berbagai jenis dimusnahkan dengan menggunakan alat berat Tandem roller, sedangkan untuk barang bukti sabu-sabu, ekstasi dan Double L, dimusnahkan dengan cara dibakar menggunakan incenerator (mesin pembakar temperatur tinggi) milik BNNP Jatim.

Dalam kurun waktu 11 bulan dari 5.700 jumlah kasus, sebanyak 5.315 telah diselesaikan perkaranya oleh Ditresnarkoba Polda Jatim dan polres jajaran. Sehingga, prosentase penyelesaian kasus diperkirakan sebesar 93 persen dan sisanya masih dalam proses penyidikan.

Baca Juga  Wujudkan Sinergi Pemerintah dan Pelaku Usaha Penuhi Kebutuhan Migor Curah Rp 14 Ribu Agar Tepat Sasaran

Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo mengatakan, pemusnahan barang bukti Narkoba dan miras ini hasil operasi dari Satuan Reserse Narkoba Polda Jatim dan Jajaran selama 11 bulan, mulai dari bulan Januari sampai November 2021.

Loading...

Dalam kurun waktu tersebut, pihaknya mengungkap 5.700 kasus dengan jumlah 7.013 tersangka, dan barang bukti 124,694 kilogram sabu, 43,804 kilogram ganja kering, ekstasi 7,692 butir, psikotropika 2,392 butir, Double L 5,813,907 butir dan 65 gram tembakau sintesis.

“Kita musnahkan sabu-sabu sebanyak 27,153 kilogram, ganja sebanyak 18,085 kilogram, ekstasi 1,750 butir, Double L 118.000 butir, tembakau sintetis 65 gram dan 7,320 botol berbagai jenis Miras,” jelas Wakapolda Jatim.

Baca Juga  Kenalkan Potensi Hasil Bumi, Pokmas Shoberoh Gratiskan Ratusan Liter Legen

Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo juga menyatakan, kegiatan pemusnahan ini merupakan bentuk realisasi tugas Polri dalam ungkap kasus Narkoba, dan keberhasilannya tidak bisa lepas dari peran serta masyarakat.

“Keberhasilan Polda Jatim ini, tidak lepas dari peran elemen masyarakat. Hampir 60 persen pengungkapan dari informasi masyarakat di lapangan,” tambahnya.

Harapannya, sinergi masyarakat membantu tugas kepolisian dalam mengungkap peredaran Narkoba di Indonesia, khususnya di Jawa Timur dapat terjalin dengan baik demi menciptakan Jawa Timur bebas Narkoba.

“Kerja sama antara masyarakat sangat diharapkan untuk tahun-tahun ke depan dan akan lebih baik lagi,” tutupnya.(*)

Reporter: Eko

Loading...
Artikulli paraprakKapolres Sampang Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2021
Artikulli tjetërBupati Gresik Pimpin Apel Gelar Pasukan, Kerahkan 252 Personil Amankan Nataru

Tinggalkan Balasan