Sekolah Rusak, Legislatif Tuding Penerima Bantuan DAK Karena Faktor Kedekatan

11

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Pemerataan sarana dan prasarana Sekolah Dasar (SD) antara desa dan kota di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur masih menjadi PR (pekerjaan rumah) besar bagi pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan.

Pasalnya, banyak SD di Kabupaten Bangkalan sarana yang ada sudah tidak layak ditempati untuk kegiatan belajar dan mengajar. Seperti contoh di SDN Galis 01 Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan. Siswa-siswinya harus membawa kursi plastik dari rumahnya agar tidak lesehan dilantai kelas saat belajar.

Kondisi itu dijalani sejak awal masuk tahun ajaran baru dikarenakan ruang kelas untuk belajar setiap harinya rusak dan atap ruang kelas banyak berjatuhan. Untuk menahan atap yang berjatuhan ditahan dengan tiang penyangga yang terbuat dari bambu.

Anggota komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Tahir mengatakan keprihatinannya dengan kondisi tersebut. Menurutnya, pemerataan sarana dan prasaran sekolah antara desa dan kota di Kabupaten Bangkalan memang masih sangat timpang.

Baca Juga  Pelaku Curanmor Dibekuk, Ngaku Puluhan Honda Dijual ke Madura

“Sangat memalukan sekali, karena diera sekarang ini di gaungkan pendidikan, tapi kondisi dunia pendidikan di Bangkalan masih seperti ini,” ujarnya. Senin (19/8/2019).

Ia menuding, penerima bantuan dana alokasi khusus (DAK) untuk SD tahun anggaran 2019 bukan atas dasar skala prioritas sesuai kondisi riil dilapangan. Akan tetapi, karena faktor kedekatan antara pihak sekolah dengan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

Loading...

“Ada yang tepat sasaran ada yang tidak. Karena banyak sekolah yang benar-benar butuh perbaikan tapi tidak dapat,” tambah politisi partai Demokrat itu.

Senada, ketua Komisi D DRPD Bangkalan Nur Hasan menjelaskan, memang ada beberapa kriteria penerima bantuan DAK diantaranya, status tanah harus jelas (bersertifikat) dan tingkat kerusakan di sekolah selalu di update melalui data pokok pendidikan (Dapodik).

Baca Juga  Geliat Kampoeng Thengul, Lestarikan Seni Khas Bojonegoro

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan punya terobosan baru untuk mengatasi masalah tersebut. Karena selain dana bantuan bersumber dari DAK juga ada bantuan bersumber dari DAU (Dana Alokasi Umum). Ia meminta Disdik Bangkalan memprioritaskan sekolah yang benar-benar rusak.

“Agar murid tidak menjadi korban sehingga aktivitas belajarnya terhambat. Melalui DAU ini Disdik harus memprioritaskan,” pintanya.

“Tapi legalitas tanah juga harus di Clear kan dulu,” imbuhnya.

Menurut dia, kejadian seperti ini menjadi potret bahwa dunia pendidikan di Kabupaten Bangkalan masih menjadi PR besar bagi Pemkab Bangkalan. “Dana alokasi umum antara bulan 9 bisa diusulkan melalui Musrenbang (musyawarah rencana pembangunan), itu daerah yang menentukan,” tutupnya.

Reporter: Rusdi
Editor: Rizky

Loading...
Artikulli paraprakDua Korban Rumah Terbakar Dapat Bantuan Dari Pemkab Gresik
Artikulli tjetërBrigif 2 Marinir Gelar Operasi GAKTIBLIN

Tinggalkan Balasan