Sekapuk Gresik Soft Opening Destinasi Wisata Baru Kebun Pak Inggih

101
Kades Sekapuk Abdul Halim bersama Direksi PT Polowijo saat melakukan pemotongan pita dan pelepasan burung dara saat Soft Opening agrowisata Kebun Pak Inggih

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik kembali meluncurkan destinasi wisata baru bernama agrowisata Kebun Pak Inggih (KPI). Hal ini ditandai dengan gelaran Soft Opening tepat di hari istimewa, Rabu (2/2/2022).

Wisata kedua setelah Setigi ini terwujud sebagai bentuk implementasi inovasi GILA (Gagasan Ide Langsung Aksi) dari Kepala Desa Sekapuk Abdul Halim. Oleh karena itu, hadirnya wisata KPI di tengah pandemi ini diharapkan dapat memulihkan ekonomi.

Kades Sekapuk Abdul Halim mengatakan, keberadaan wisata KPI tidak terlepas dari dukungan semua pihak. Mulai dari perangkat desa, BPD, BumDes, PKK, Pokdarwis, tokoh masyarakat dan sejumlah perusahaan yang telah memberikan dukungan.

Loading...
Baca Juga  Diguyur hujan abu vulkanik, PMI Jember Bagikan 500 Masker

“Meski di sekitar Desa Sekapuk banyak perusahaan besar, tapi hanya ada tiga yang mendapat hidayah, yakni PT Polowijo Gosari, PT Gunung Emas Putih, dan PT Orela. Sementara Pemkab Gresik, Provinsi Jatim, hingga Pemerintah Pusat belum mendapat hidayah,” ujar Abdul Halim saat Soft Opening wisata KPI.

Sementara Komisaris PT Polowijo Gosari Didik Pribadi Arifin berkata, pihaknya memberikan apresiasi atas berbagai ide dan inovasi yang luar biasa dari Kades Sekapuk. Di bawah kepemimpinannya, Sekapuk tidak hanya memiliki satu wisata, tetapi dua sekaligus, yakni Setigi dan KPI.

“Berkat inovasinya, Sekapuk sudah tidak seperti desa, tetapi maju berkembang pesat seperti kota. Ide-idenya luar biasa sehingga kami akan selalu siap menjadi mitra demi kemajuan desa yang dikenal hingga mancanegara,” ungkapnya.

Baca Juga  Rektor UTM Berikan Penghargaan pada Prodi, Dosen, Tendik dan Mahasiswa Berprestasi

Pelaksanaan Soft Opening Agrowisata KPI ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Kades Sekapuk Abdul Halim yang segera dibuka untuk umum. Adapula sesi pelepasan burung dara sebagai simbol Sekapuk Bergerak Bebas Berkarya. Dan diakhiri dengan penandatanganan Batu Prasasti oleh Direktur PT Polowijo yang telah memberikan bantuan CSR untuk KPI. (*)

Reporter : Azharil Farich

Loading...
Artikulli paraprakImigrasi Tanjung Perak Deportasi Warga Pakistan di Surabaya
Artikulli tjetërBupati Gresik Lepas Ekspor Perdana Jeruk Nipis Kebonagung ke Singapura dan Malaysia

Tinggalkan Balasan