Santri Milenial Harus Berintelektual Tinggi

16

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Santri di era milenial saat ini dituntut mempunyai keunggulan dari sisi intelektual melalui pendidikan berkelanjutan formal dan juga diimbangi dengan akhlak.

Kabupaten Jember yang memiliki sebutan sebagai kota santri, melalui perayaan Hari Santri Nasional punya andil dan tanggung jawab untuk mengembangkan potensi tersebut.

Terlebih lagi dengan terpilihnya Kiai Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden RI, yang juga mendapat julukan Bapaknya Santri, didukung juga dengan ditetapkannya UU pesantren. Maka santri saat ini, harus lebih unggul dari sebelumnya.

Menurut Salah Seorang Tokoh Masyarakat Jember Joko Santoso, untuk meningkatkan potensi para santri tersebut, harus ada dukungan dan sinergi bersama serta memaknai Peringatan Hari Santri ini.

“Kita perlu apresiasi pemerintah dengan ditetapkannya tanggal 22 (Oktober) sebagai Hari Santri Nasional. Ini harus dijadikan momentum kebangkitan santri, untuk menatap kehidupan ke depan,” kata Joko usai upacara peringatan Hari Santri Nasional di Lapangan Sukorejo, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, Selasa (22/10/2019).

Baca Juga  Sopir Vanessa Dipindahkan Ke Lapas Jombang, Tahanan Pengadilan

Artinya, kata Joko, santri ke depan tidak boleh kalah dengan pendidikan formal. Karena santri punya kelebihan tersendiri. “Saya berpandangan, pendidikan pesantren punya keunggulan, karena selain pendidikan formal intelektual maju, ada pendidikan akhlak. Hal ini yang menjadi unggul, dan santri saat ini harus lebih percaya diri,” tegasnya.

Loading...

Dengan adanya kelebihan ini, didukung juga dengan pelantikan Wapres dua hari yang lalu, juga dari kalangan santri. Maka santri saat ini, atau disebut santri millenial, harus lebih percaya diri.

“Dilantiknya Wapres dari kalangan santri, yang notabene dijuluki bapaknya santri. Maka santri harus bangga dan menjadikan hal ini sebagai triger kebangkitan santri. Ini yang penting, sehingga semoga santri berjaya di negeri ini, apalagi Jember yang Pondok Pesantrennya dan santrinya banyak,” tandasnya.

Baca Juga  Mantan ODGJ Dapat Bantuan Kapolres

Senada dengan yang disampaikan Joko, Ketua GP Ansor Jember Ayub Junaedi juga merasa bersyukur dengan ditetapkannya UU Pesantren dan dilantiknya Kiai Ma’ruf Amin sebagai wakil presiden dua hari yang lalu.

“UU Pesantren ini yang diinisiasi oleh Fraksi PKB, maka menambah porsi dari keberadaan Pesantren. Maka dengan ini negara mengakui adanya (pendidikan) pesantren. Ditambah lagi dengan dilantiknya Kiai Ma’ruf Amin sebagai wapres dua hari yang lalu,” ujar pria yang akrab dipanggil Cak Ayub ini.

Dengan keunggulan ini, kata Ayub, menunjukkan bahwa peran santri, sangat besar terkait berdirinya NKRI ini.

“Maka dari itu, kami sepakat (Ansor), santri, untuk tetap berkiprah dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Karena tantangan ke depan semakin besar, ayo bersama pertahankan NKRI dan Pancasila ini,” tandasnya. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaGagal Nikah Setelah Selundupkan Pistol dari Taiwan
Berita berikutnyaBaju Khas Madura di Bangkalan Dikeluhkan, Kok Bisa ?

Tinggalkan Balasan