Sambil Gowes, Gus Yani Sapa Warga dan Tokoh Masyarakat di Wadeng Sidayu

166
Cabup Gresik nomor urut dua Fandi Akhmad Yani saat gowes keliling kampung Wadeng, Kecamatan Sidayu, Gresik.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Kehadiran Calon Bupati (Cabup) Gresik Fandi Akhmad Yani mendapat sambutan meriah para pendukungnya di Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Dalam kegiatan kampanye kali ini, Gus Yani menyempatkan waktu berkeliling kampung sambil gowes bersama Laskar Perubahan.

Dengan mengayuh sepeda lipat, Cabup Gresik nomor urut 2 ini tampak menyapa warga yang sedang berdiri di depan rumah. Termasuk saat bertemu kelompok ibu-ibu senam. Sesekali Gus Yani berhenti untuk bertamu ke sejumlah tokoh masyarakat desa setempat.

Tokoh masyarakat yang dikunjungi Gus Yani antara lain, H Ahmad Fuad, H Abdul Rohim, H Abdul Muhid, H Rosyidi, H Bashori, H Muh Sahid dan H Gholib. Dalam pertemuan itu, Gus Yani meminta doa restu dan dukungan untuk mewujudkan perubahan di Gresik.

“Dengan berkeliling kampung seperti ini kami bisa mengetahui kondisi sebenarnya di Kabupaten Gresik. Selain menyapa warga, kami juga bertamu ke tokoh masyarakat untuk mengharap doa restu dan dukungan,” ujar Gus Yani, Minggu (18/10/2020).

Baca Juga  Wisata Setigi Sekapuk Jadi Tujuan Studi Banding Pemkab Gianyar Bali

Diketahui, beberapa jam sebelumnya Gus Yani juga mendatangi sentra krupuk di Desa Sedagaran, Kecamatan Sidayu, Gresik. Ketika bertemu pelaku UMKM Kerupuk di sana, Gus Yani mendapat keluhan tentang sulitnya pengurusan ijin usaha.

Loading...

Bahkan, pengusaha bernama Ali Aminin mengaku terpaksa membatalkan pengiriman kerupuk ke Belanda lantaran terhambat urusan perijinan. Ditambah lagi, tidak adanya pendampingan dari pemerintah terharap pelaku kerupuk desa setempat.

“Pengusaha kerupuk di sini mayoritas memakai modal sendiri. Belum lagi pengurusan ijin usahanya ribet dan tidak dikasih pendampingan. Tentunya hal ini berpengaruh pada pemasaran produk,” ucap Ali.

Menanggapi hal itu, Gus Yani mengatakan bila Paslon Niat sudah mempunyai program yang menjadi solusi. Termasuk seluruh pelayanan akan dipermudah, begitu pula mengenai perijinan pelaku usaha UMKM.

Baca Juga  Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya Diusulkan Dirjen HAM Terima Penghargaan dari Menkumham

“Semuanya urusan pelayanan dan ijin selesai di tingkat kecamatan. Sehingha pelaku UMKM yang ingin mengurus ijin tidak perlu jauh-jauh ke Gresik kota,” ungkap Gus Yani.

Dia lalu membeberkan tentang adanya program Gresik Makarya (Gresik Mandiri Berkarya). Pada program ini ada tambahan modal bagi pelaku usaha UMKM. Sekaligus pendampingan untuk pengembangan usaha sehingga produk lokal dikenal diseluruh wilayah Indonesia.

“Kami tahu produk krupuk ini banyak diambil oleh pelanggan wilayah lain di Indonesia. Disana mereka tinggal menempelkan brand. Sedangkan produknya asli buatan warga Gresik,” imbuhnya. (*)

Reporter : Azharil Farich

Loading...

Tinggalkan Balasan